Sanksi 29 Pangkalan Elpiji Nakal

Senin, 19 Oktober 2015 - 08:16 WIB
Hendra Saputra Wartawan Haluan Riau

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, telah memberikan sanksi bagi 29 pangkalan elpiji bersubsidi nakal. Dari 29 pangkalan yang nakal tersebut, ada enam yang dicabut izin usahanya.

Sementara bagi 23 pangkalan nakal lainnya yang mendapat skorsing atau Penghentian Hubungan Pendistribusian (PHP) dilakukan bervariasi jangka waktunya tergantung ringan beratnya pelanggaran.
Menurut Masirba, pemberian sanksi ringan hingga tegas ini dilakukan guna menjaga jalur distribusi elpiji bersubsidi tidak disalahgunakan oleh oknum pangkalan dengan bermain menjual elpiji tabung melon itu kepada yang bukan berhak. Sehingga kondisi ini telah berakibat pada langka dan melambungnya gas bersubsidi.

Dengan sanksi tegas berupa pencabutan izin dan menghentikan pasokan kepada pangkalan, diharapkan akan ada efek jera. Meskipun penghentian pasokan sementara tersebut ada yang dua bulan, enam bulan tergantung kejahatannya.
Sesuai peraturan, pangkalan merupakan jalur distribusi terakhir elpiji tiga kilogram. Namun kenyataannya, saat ini banyak ditemukan pangkalan elpiji yang bertuliskan gas tiga kilogram habis. Sementara pada beberapa wakrung, bahkan bengkel sepeda motor terlihat menjual gas elpiji bersubsidi tersebut.
Akibatnya, harga yang sampaikan dikonsumen saat ini ada yang mencapai Rp30 ribu. Sementara pantauan di beberapa tempat, HET elpiji tersebut sudah berubah. Yang mestinya HET singkatan dari Harga Eceran Tertinggi yakni Rp16 ribu, saat ini menjadi Harga Eceran Terendah. Harganya eceran terendah dari pantauan saat ini Rp20 ribu.

Adanya sanksi tegas yang diberikan Disperindag Kota Pekanbaru terhadap pangkalan nakal tersebut, tentunya sangat diharapkan masyarakat. Selain itu, perlu juga dilakukan razia terhadap oknum yang menyalahgunakan elpiji bersubsidi tersebut. Seperti halnya, rumah makan warung soto yang omsetnya mencapai jutaan rupiah per hari, ternyata memiliki banyak tabung elpiji tiga kilo gram.

Hal ini perlu dilakukan agar elpiji tidak langka. Dan subsidi itu benar-benar terasa bagi masyarakat yang membutuhkan.***

Editor:

Terkini

Terpopuler