Dua Ribu Mahasiswa UIN Terancam DO

Senin, 12 Oktober 2015 - 22:29 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (HR)- Sebanyak dua ribu mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau terancam dikeluarkan alias Drop Out karena kebijakan alfa studi yang dilakukan pihak rektorat UIN Suska Riau.

Untuk memperjuangkan nasib mereka agar tidak dikeluarkan dari kampus UIN Suska Riau. Puluhan mahasiswa UIN Suska Riau, Senin (12/10) pagi mendatangi Komisi E DPRD Riau yang diterima wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo dan Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur serta anggota Komisi E, Ade Hartati Rahmat di ruang Komisi DPRD Riau.

Perwakilan dua ribu mahasiswa tersebut mengadukan kebijakan baru alfa studi Rektor UIN Suska Riau yang sangat merugikan mahasiswa, bahkan mahasiswa terancam DO dengan adanya kebijakan tersebut.

Keputusan alfa studi Rektor UIN Suska itu yang dikeluarkan sejak Februari 2015 ini, yakni menyangkut masa pembayaran dan ketentuan pembayaran uang kuliah bagi mahasiswa UIN Suska Riau. Mahasiswa memprotes kebijakan itu tidak disosialisasikan secara maksimal kepada mahasiswa sehingga sangat merugikan para mahasiswa.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Armansyah, jurusan Pendidikan Agama Islam membeberkan, hampir 2.000 mahasiswa menjadi korban kebijakan baru Rektor UIN Suska Riau. "Karena tidak berpihak kepada mahasiswa. UIN bukan lagi lembaga pendidikan tapi sudah jadi lahan bisnis," ujar Armansyah di hadapan wakil rakyat.

Hal senada disampaikan Nurhayadi mahasiswa jurusan Teknik Informatika. Ia menyebutkan mahasiswa sudah rugi waktu karena selama terkena alfa studi mahasiswa tidak bisa mengikuti proses belajar dan tidak mendapatkan pelayanan akademik di kampus. "Kebijakan alfa studi juga menyebabkan ribuan mahasiswa terancam DO (dikeluarkan) massal," tutur Nurhayadi.

Mahasiswa juga melaporkan dirugikan akibat kebijakan pihak rektorat, karena kebijakan alfa studi, mahasiswa tetap harus membayar kewajiban selama alfa studi yang berarti
Dua
mahasiswa harus membayar SPP dua kali lipat.

Padahal, perwakilan mahasiswa juga sudah meminta penjelasan kepada pihak rektorat untuk mengevaluasi kebijakan tersebut namun tidak di gubris pihak rektorat.
"Karenanya, kita datang ke sini supaya dapat memfasiltasi penyelesaian permasalahannya, dan mendapatkan solusi terbaik bagi mahasiswa tetap kuliah dan juga tetap akan membayar SPP, namun bukan dengan penerapan kebijakan alfa studi yang banyak merugikan mahasiswa," ujar Nurhayadi.

Bantu Selesaikan
Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo menerangkan, pihaknya secepatnya akan membantu menyelesaikan persoalan mahasiswa UIN Suska dengan memanggil pihak Rektor UIN Suska dengan menghadirkan mahasiswa sendiri sehingga diharapkan ada solusi terbaik yang tidak akan merugikan mahasiswa ataupun Rektorat UIN.

"Intinya, dari laporan mereka ada 2.000 mahasiswa terancam DO karena kebijakan pihak rektorat. Kita carikan solusi terbaik yang pasti tidak ada dirugikan," ujar Sunaryo.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi E DPRD Riau, Ade Hartati.Politisi PAN ini menyebutkan, Komisi E akan menjadwalkan pertemuan dengan pihak Rektorat, Kamis (15/10) mendatang agar permasalahan secepatnya diselesaikan karena jangan sampai perkuliahan mahasiswa terganggu dengan kebijakan alfa studi itu.

"Saya melihat perspekstif, masa depan mereka sebagai generasi bangsa. Saya berharap ada kebijakan agar mahasiswa bisa kuliah lagi. Kita akan menjadwalkan itu Kamis ini dan kita berharap perwakilan rektorat dan mahasiswa bisa datang," harap Ade.***

Editor:

Terkini

Terpopuler