Korban WNI Bertambah Jadi 45 Orang

Selasa, 29 September 2015 - 09:20 WIB
Petugas medis memberikan pertolongan terhadap jamaah haji korban tragedi Mina di salah satu rumah sakit di Arab Saudi.

MAKKAH (HR)-Jumlah jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi di Mina, bertambah lagi dari 34 orang menjadi 45 orang. Selain itu, ada lagi satu WNI mukim di Arab Saudi, juga ikut jadi korban dalam kejadian itu. Sehingga total WNI mukim yang ikut menjadi korban dalam musibah itu menjadi empat orang.

Sedangkan jamaah haji (JH) Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit, juga bertambah dari enam orang menjadi 10 orang. Sementara JH Indonesia yang belum pulang ke pemondokan, masih ada sebanyak 82 orang.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (28/9) malam.
"Kami terus berupaya menemukan jamaah haji yang hilang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Lukman menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para keluarga JH Indonesia yang masih menunggu kejelasan. Sebab, proses identifikasi yang dilakukan petugas haji Indonesia mendapatkan sejumlah kendala.  

"Hari pertama dan kedua, kami belum bisa mendapat akses. Tanggal 25 September baru dapat akses. Kami memahami, karena pemerintah Saudi perlu evakuasi dan identifikasi dan verifikasi," tuturnya.

Identifikasi awal korban tragedi tersebut, menurut Lukman, para petugas haji hanya dapat mencocokkan foto jemaah dengan foto korban yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.  

"Total ada sekitar 1.107 foto korban mina dan itu harus satu-persatu dilihat oleh tim kami dan di identifikasi," tambahnya.

Sebelumnya, pada Senin pagi kemarin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abdul Djamil didamping Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arsyad Hidayat, menyebutkan korban meninggal dalam tragedi Mina berjumlah 41 orang.

Dikatakan Abdul Jamil, jumlah tersebut diperoleh setelah tim Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) mengunjungi pemulasaran mayat di Al Muashim, pada Minggu malam waktu setempat.

Selain JH yang wafat, masih ada 10 JH Indonesia yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi. Jamil mengakui, jumlah tersebut juga mengalmai kenaikan dari pemberitahuan sebelumnya sebanyak enam orang.

Sedangkan pascatragedi Mina, sampai saat ini sebanyak 82 JH Indonesia belum kunjung kembali ke pemondokan. Mereka berasal dari sejumlah Kloter. Yaitu Kloter 14 embarkasi Batam sebanyak 8 orang, Kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi 46 orang, Kloter 10 embarkasi Makasar 5 orang, Kloter 62 embarkasi Solo 7 orang, Kloter 48 embarkasi Surabaya 14 orang dan Kloter 36 embarkasi Surabaya sebanyak 2 orang.

"Kami akan terus melakukan pencarian untuk memperjelas (status) 82 orang yang belum kembali, sampai tuntas," tegasnya.

Ditambahkan Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat, ada satu tambahan WNI yang ikut menjadi korban yaitu Rumiyati binti Nomor atau Aminah dari Desa Arjo Wilangun, Kali Pare, Malang, Jawa Timur. Dengan demikian ada empat WNI yang menjadi korban pada peristiwa Mina. Sebelumnya, tiga orang telah terlebih dahulu diumumkan.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, Sodik Mujahid mengatakan, proses identifikasi JH Indonesia yang meninggal dunia dalam tragedi Mina memang berjalan lambat. Sebab, banyak tanda pengenal jamaah Indonesia hilang pada saat mengantre menuju ke tempat lempar jumrah di Mina.

Oleh karena itu, ia meminta petugas haji di masa mendatang sebaiknya dari pihak militer. Sebab, petugas saat ini dinilainya kurang berpengalaman. "Pengiriman petugas keamanan yang kompetensinya militer. Di sana kan selama ini (petugas haji hanya dari kalangan) mahasiswa dan pramuka-pramuka," ujarnya.

Tunda Umumkan Nama Korban
Sementara terkait sikap pemerintah Arab Saudi yang menunda mengumumkan nama-nama korban tragedi Mina, Sodik menilai dapat memahaminya. Ia menilai, langkah itu dilakukan karena Arab Saudi tak ingin para jamaah lain kehilangan konsentrasi dalam menjalankan ibadah haji di Makkah setelah tragedi Mina.

"Kalau diumumkan sekarang mungkin akan ada banyak tekanan, dan menganggu kesempurnaan ibadah haji, dan emosi para jamaah juga terganggu," ujarnya.

Selain itu, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga melihat pihak penyelenggara haji telah kacau. Pasalnya, harusnya jamaah Indonesia ditempatkan di tenda-tenda khusus Asia Tenggara, namun ada yang disebar di tenda Afrika.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara juga punya andil besar yang menyebabkan adanya jamaah Indonesia yang meninggal dunia. (bbs, ant, okz, ara)



7 Korban Meninggal Tambahan Tragedi Mina
1. Ruswati Karim Lawadang, kloter BPN 5 nomor paspor A8925437
2. Warnita Habib Basa, kloter BTH 4 nomor paspor B0822105
3. Rosidah Adjo Madusri, kloter JKS 61 nomor paspor B0745303
4. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565
5. Yusriani Muhammad Qohar, kloter SUB 48 nomor paspor A6885226
6. Ardani Moch Ali Siradj, kloter SOC 29 nomor paspor B0802886
7. Junaedi Sjahrudin Marjun, kloter SUB 36 nomor paspor B1021715



4 JH Tambahan yang Masih Dirawat

1. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah
2. Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali
3. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS King Abdullah, kemudian dipindahkan ke RS Jeddah
4. Maryam Pauli Kiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

Editor:

Terkini

Terpopuler