Ketua LMP Pelalawan Diduga Peras Kades Rangsang

Senin, 19 Januari 2015 - 22:24 WIB
Ilustrasi



PANGKALANKERINCI (HR)-Setelah berlangsung beberapa kali pertemuan, akhirnya Kades Desa Rangsang Teluk Kandis Khairat melalui perantara Aperta menyanggupi membayarkan uang sebanyak Rp10 juta kepada Kertua Laskar Merah Putih Pelalawan Zainuddin alias Apeng. Ia takut diancam Apeng kalau penjualan hutan seluas 500 hektare kepada seorang pengusaha perkebunan sawit diberitakan.
 "Kami dipaksa minta uang pada malam itu yang waktunya saya tidak ingat, pokoknya berkisar Rp30 juta, namun kades menanggupinya hanya Rp10 juta dan uang itu saya berikan kepada Zainuddin Rp7 juta," terang Aperta, Senin (19/1).
 Aperta menyebutkan, jika uang tersebut dibayarkan, maka berita yang sudah dirilis wartawan tidak akan terbit. Dijelaskan Aperta, uang tersebut akan dibagikan kepada beberapa orang wartawan yang akan memberitakan penjualan Hutan Alam Desa Rangsang Teluk kandis, Pelalawan, Riau.
 "Kalau tidak bayar maka saya tidak bertanggung jawab berita kalian terbit," ujar Aperta menirukan ancaman Apeng.
 Sebelumnya, Kades Desa Rangsang Teluk Kandis diberitakan telah menjual hutan alam yang bermasalah dengan sejumlah pengusaha sawit. Kades ini bermasalah dengan kehutanan karena penjualan ini dinilai di luar prosedur. Hutan yang terletak di atas izin PT Baroman dan belum diolah ini, mengakibatkan kades akan dituntut ke polisi karena menjual lahan di atas izin orang lain.
 Beberapa waktu lalu telah digelar pertemuan dengan sejumlah pihak kades, warga dan Dinas Kehutanan. Namun hingga kini belum didapat kesepakatan, bahkan surat tanah yang dijanjikan kades tak kunjung selesai karena camat tidak mau tanda tangan SKT-nya.
 Sementara itu Zainuddin ketika dikonfirmasi membenarkan ada mengambil uang dari Aperta, namun nilainya tidak Rp7 juta. Disebut Apeng dia dibayar Rp2 juta saja, sisanya dibawa ke Pekanbaru pada malam itu oleh Aperta.
 Apeng minta kepada wartawan agar memberitakan pemerasan kades ini agar siapa pemeras bisa diungkap. "Beritakan saja biar semua bisa diuangkap," tandas Apeng.(rtc/mel)

Editor:

Terkini

Terpopuler