Dana Desa Solusi Pengangguran dan Kemiskinan

Senin, 21 September 2015 - 10:47 WIB
Ilustrasi

JAKARTA (HR)-Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis, mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar.
Menurutnya, solusi kongkrit dalam mengatasi dampak PHK adalah menggenjot pembangunan infrastruktur desa sehingga tercipta banyak lapangan kerja baru.

“Dana desa yang sudah ada di daerah sekarang ini harus segera digunakan untuk membangun infrastruktur desa, setiap desa harus melaksanakan tiga sampai empat proyek infrastruktur dasar seperti jalan desa, irigasi, sanitasi, jalan usaha tani, embung, dan sebagainya” ujar Marwan di Jakarta, Minggu (20/9).
Menurutnya, sampai dengan September ini, dana desa yang telah tersalurkan dari pusat ke kabupaten/kota mencapai Rp16 triliun atau 80 persen dari alokasi APBN 2015 sebesar Rp20,7 triliun.

“Saya yakin dengan bergeraknya proyek infrastruktur desa, maka masalah pengangguran dan kemiskinan di desa yang sebelumnya dilaporkan mengalami peningkatan, akan dapat ditekan angkanya secara signifikan, karena mereka akan bekerja dan memiliki pendapatan layak” papar Marwan.
Merwan mencermati meningkatnya angka kemiskinan di desa di antaranya karena belum berjalannya pembangunan infrastruktur.

"Jadi seiring dengan telah turunnya dana desa yang dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur desa, maka saya yakin masalah kemiskinan di desa akan teratasi," ujarnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan bahwa pentingnya dana desa tidak hanya berdampak positif terhadap tumbuhnya ekonomi desa, tetapi juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi perkotaan, ekonomi daerah, bahkan ekonomi nasional.
Marwan Jafar
Keterkaitan desa dengan kota dalam hal perekonomian saat ini lanjutnya, semakin kuat. Desa sebagai basis produksi dan kota sebagai pusat pertumbuhan sifatnya kata Marwan, saling mendukung secara timbal balik, di mana tumbuhnya perdagangan di kota akan meningkatkan volume produksi desa yang akan meningkatkan daya beli desa.

"Begitupula sebaliknya, tentunya hal ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah yang selanjutnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.(okz/rio)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler