Asap Tebal, Bandara Kembali Lumpuh

Rabu, 16 September 2015 - 20:28 WIB
Ilustrasi

Disampaikan Kepala UPT Bandara Pinang Kampai, Catur Hanggowo mengatakan, semua penerbangan kemarin dibatalkan akibat jarak pandang terbatas oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
"Akibat kabut asap jarak pandang terbatas, saat ini jarak pandang di bandara sekitar 1 KM, sementara normalnya 4 KM. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan semua penerbangan hari ini dibatalkan," kata Catur.
Dijelaskannya, ada tiga jadwal penerbangan yang dibatalkan hari kemarin. Diantaranya penerbangan dari Dumai menuju Batam dan sebaliknya, penerbangan Dumai ke Jakarta dan sebaliknya dengan pesawat Transnusa dan penerbangan Dumai ke Jakarta pesawat Pelita Air. Penerbangan dibatalkan karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap.
Terakhir, Catur menyebutkan bahwa Bandara Pinang Kampai sudah ditutup sejak Jumat lalu, dan baru dibuka kembali pada Selasa kemarin. Baru sehari dibuka, Bandara Pinang Kampai hari ini kembali ditutup akibat kabut asap. Dan bandara akan beroperasi jika jarak pandang kembali normal.
Berdasarkan pantaua Haluan Riau, Rabu (16/9), Kota Dumai kembali diselimuti kabut asap kiriman daerah lain. Pantauan di lapangan, pukul 09.00 WIB jarak pandang kurang dari 500 meter. Kualitas udara berada di level 109 PSI dengan status "tidak sehat". Namun, aktifitas sekolah berjalan seperti biasa.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Bambang Surianto mengakui udara Kota Dumai pagi ini kembali dicemari oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurut Bambang, sehari sebelumnya Selasa (15/9) udara di Dumai sudah mulai membaik akibat hujan deras yang terjadi pada Senin malam dan berada di level 90 PSI dengan status "sedang".
Lanjutnya, akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan pagi ini udara di Dumai kembali dicemari dan berada di level 109 PSI dengan status tidak sehat. Angka tersebut, didapat dari alat ISPU milik PT Chevron Dumai yang dikirim ke KLH, Rabu (16/9) Pukul 06.00 WIB.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan dan gunakan masker saat berada di luar ruangan.***

Editor:

Terkini

Terpopuler