Musibah di Tanah Haram

Ahad, 13 September 2015 - 09:37 WIB
Alat berat jatuh di Masjidil Haram Mekkah.

Kabar jatuhnya crane di Masjidil Haram, tak bisa dipungkiri menyentakkan seluruh ummat Islam. Namun, kita sebagai muslim, tentunya akan lebih baik jika kita berprasangka baik terhadap musibah ini.

Informasi awal terkait ambruknya crane pembangunan Masjidil Haram yang menyebabkan meninggalnya 87 orang jamaah haji diduga akibat badai dan perubahan cuaca secara ekstrim.

Juru bicara Urusan Masjid Al Haram Ahmad bin Muhammad Al Mansuri menyampaikan bahwa kejadian robohnya salah satu crane di Masjid Al Haram berlangsung pada pukul 5:10 sore waktu setempat.
Kala itu hujan dan angin kencang menyebabkan jatuhnya crane yang menimpa bagian dari tempat thawaf dan sa’i.

Seperti diketahui, alat berat crane pembangunan Masjidil Haram dilaporkan roboh menimpa bagian Mas’a dan Mathaf Masjidil Haram, Makkah, Jumat sore (11/9) kemarin.

Dinas Pertahanan Sipil Makkah bekerjasama dengan Tim SAR dan Bulan Sabit Merah Arab Saudi diterjunkan untuk mengevakuasi korban yang berjatuhan.
Sebelumnya, akun Twitter resmi Dinas Pertahanan Sipil menyebutkan 87 orang meninggal dunia dan 184 orang lainnya luka-luka. Namun data terbaru menyebut korban meninggal sudah mencapai 107 orang dan yang luka mencapai 238 orang.

Crane Jatuh
Kota Suci Makkah masih diliputi cuaca ekstrim berupa badai pasir hujan deras sejak dua hari lalu, Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal membentukan komisi penyelidikan khusus untuk mengetahui alasan jatuhnya Crane tersebut dan meminta laporan penyelidikan secepatnya. Pangeran Khalid juga menginstruksikan pihak-pihak terkait untuk segera mengurus korban meninggal dunia dan memberi perawatan maksimal pada korban luka-luka.

Direktur Jenderal Haji dan Umrah Dr Khalid al-Habashi mengatakan timnya telah mengevakuasi para korban ke rumah sakit-rumah sakit terdekat di kota Makkah, pihaknya juga melibatkan tim Bulan Sabit Merah dari Jeddah, Thaif dan Arafah untuk terjun menangani korban yang ada.

Lalu, apakah musibah ini akan menghentikan harapan dan doa kita? Tenunya tidak. Insya Allah, banyak hikmah yang akan kita petik.***
 

Editor:

Terkini

Terpopuler