Warga Pekanbaru Terbanyak Kunjungi Pasar Rawa Bening

Ahad, 18 Januari 2015 - 21:44 WIB
penjual batu akik di kios MNC Permata Pasar Rawa Bening Jakarta.

 

JAKARTA (HR)- Peminat batu akik dari Provinsi Riau, terutama Kota Pekanbaru merupakan pembeli terbanyak yang datang dari Sumatera di Pasar Rawa Bening (Jakarta Gems C entre), Jakarta Timur.
Pasar Rawa Bening yang dikenal dengan Pusat penjualan Batu Akik terbesar di Indonesia ini, menjual beraneka macam jenis batu akik yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.
Arman, Owner MNC Permata, salah satu kios grosir dan eceran batu akik di Rawa Bening mengaku pembeli batu akiknya banyak datang dari Pekanbaru. "Memang banyak dari Pekanbaru, hari ini dari Pekanbaru lagi," ujarnya, Sabtu (17/1).
Rusli, pembeli dari Pekanbaru mengatakan ia membeli batu akik untuk oleh-oleh dan koleksi, "untuk oleh-oleh, asyik juga di sini lengkap kita bisa milih, saya beli kodian," ujarya, Sabtu (17/1).
Pasar yang berhadapan dengan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, ini telah dikenal sebagai bursa batu akik dan batu mulia sejak tahun 1980-an. Pengunjungnya tak hanya warga Jakarta, tetapi juga dari sejumlah daerah di Indonesia dan mancanegara, seperti Korea, Taiwan dan Thailand.
Jenis perhiasan batu yang dijual tak terbatas batu cincin, tetapi juga beragam aksesori dari batu yang biasa dikenakan perempuan. Namun ada juga kios yang menjual keris dan benda-benda klasik lainnya.
Arman, mengatakan, batu sejenis anggur memang harganya lebih murah meriah, mulai dari Rp40 ribu sampai Rp100.000 dengan berbagai macam warna seperti Giok Thailand, Bio Solar, Lavender, Panca Warna, Sungai Dareh, Baron, Macan, Belimbing, Spritus, Giok Taiwan rata-rata dijual 40-175 ribu/biji, "Juga bisa perkodian dengan harga lebih murah lagi," ujar Arman.
Sedangkan yang sejenis permata, seperti Batu (semi mulia) bacan, batu mulia dari rubi, safir dan zamrud (emerald). Pedagang di pasar ini tak mencampur bebatuan yang dijual. Harga batu jenis permata sudah diatas Rp1 juta.
Untuk yang paling murah adalah batu obsidian yang bening dan kecoklatan yang biasanya batu ini digunakan untuk liontin dijual dengan harga Rp20.000 sampai Rp50.000.
Konsumen yang masih ragu juga bisa mengecek keaslian batu mulia atau akik yang dibeli di laboratorium batu mulia di lantai dua Pasar Rawa Bening.
Tasbih Scientific Gemological Laboratory adalah salah satu laboratorium batu mulia di Pasar Rawa Bening, sekaligus salah satu lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat keaslian batu mulia.***

Editor:

Terkini

Terpopuler