Lagi, Mahasiswa-Satpol PP Bentrok

Selasa, 08 September 2015 - 10:47 WIB
Sejumlah mahasiswa Universitas Riau mencoba menerobos masuk Kantor Gubernur Riau saat menggelar unjuk rasa, Senin (7/9). Namun upaya mereka dihalangi petugas Satpol PP yang akhirnya berujung bentrok.
PEKANBARU (HR)-Aksi mahasiswa yang menuntut penyelesaian kabut asap di Riau, kembali berujung bentrok dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
 
 Kali ini, bentrokan terjadi di pintu pagar masuk Kantor Gubernur Riau, Senin (7/9). 
 
Bentrok terjadi, ketika ratusan ratusan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Hukum Universitas Riau, mencoba memaksa masuk ke Kantor Gubernur Riau dengan tujuan hendak bertemu langsung dengan Plt Gubri. 
 
Namun keingingan para mahasiswa, tidak dikabulkan 
 
petugas Satpol PP yang bertugas menjaga Kantor Gubernur Riau. Kepada mahasiswa, petugas menerangkan bahwa Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman, sedang berada di Posko Karhutla di Lanud Roesmin Nurjahdin, Pekanbaru.
 
Namun mahasiswa tidak langsung percaya begitu saja dengan pernyataan petugas Satpol PP tersebut. Mereka tetap ingin masuk ke Kantor Gubernur Riau.
 
 Buntutnya, ratusan mahasiswa pun mendobrak dan mendorong pagar Kantor Gubernur Riau. Sejumlah besi pagar, juga sempat dibuat bengkok. Tak hanya itu, beberapa di antara mahasiswa ada yang melempar petugas Satpol PP dengan botol minuman dan buah-buahan.
 
Tak terima dengan aksi itu, puluhan petugas Satpol PP ganti bertindak dan mendorong mahasiswa. Selain itu ada juga yang memukul dengan menggunakan rotan. Aksi balasan dari petugas Satpol PP ini membuat ratusan mahasiswa kocar-kacir lari menjauh dari pagar Kantor Gubernur Riau.
 
Namun bentrok dan berhenti sampai di situ. Mahasiswa akhirnya membalas dengan balik memukul anggota Satpol PP dengan kayu serta pelemparan botol air mineral dan batu. 
 
Bentrok tersebut akhirnya didamaikan aparat Kepolisian yang ikut mengamankan demo tersebut. Tidak ada korban luka dalam bentrok itu. Namun ada beberapa mahasiswa yang lebam-lebam akibat terkena pukulan rotan petugas Satpol PP.
 
"Saya sudah jelaskan kepada mereka secara baik-baik dan persuasif. Namun mereka tetap saja tidak terima, ingin bertemu dengan Plt Gubri.
 
 Pak Plt sedang rapat Karlahut di Posko Lanud. akhirnya bentrok tak bisa dihindari. Tapi bisa diatasi dan tidak ada yang terluka," ungkap Kepala Kantor Satpol PP Riau, Zainal.
 
Sementra itu, koordinator aksi, Ali, mengatakan, para mahasiswa ingin menyampaikan langsung kepada Plt Gubernur Riau, terkait kabut asap di Riau yang sudah terjadi selama 18 tahun tidak pernah berhenti dan semakin parah. Banyak kerugian yang diderita oleh masyarakat Riau.
 
"Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi kita juga sempat lumpuh, penerbangan terganggu. Kami ingin Plt Gubernur Riau bertindak tegas terjadap pelaku pembakar lahan, terutama perusahaan-perusahaan besar. Yang dengan sengaja menyuruh masyarakat membakar dan membuka lahan untuk perkebunan," ucap Ali.
 
Dalam tuntutan mahasiswa ini juga meminta kepada Plt Gubri, mencabut izin perusahaan-perusahaan yang telah membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu Pemerintah pusat juga harus bertanggungjawab dengan memberikan izin kehutanan kepada perusahaan.
 
"Kami minta Presiden langsung datang ke Riau dan lihat apa yang telah terjadi di Riau. Dan kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk menghilangkan asap dari Riau, dalam waktu 5x24 jam, kalau tidak kami akan datang dengan masa yang lebih banyak lagi," tutup Ali.
 
Sementara itu, dari pantauan dilapangan ratusan mahasiswa ini sebelum menggelar aksi demo terlebih dahulu menggelar akai tetrikal, dan aksi ini mahasiswa ini menutupi jalan Sudirman tepatnya didepan Pustaka wilayah sampai di depan Kantor Gubernur Riau.
 
 Polisi pun mengalihkan arus lalulintas ke Jalan Cut Nyak Dien, tembus ke Jalam Ahmad Yani dan Jalan Sudirman depan Gedung Bank Riau Kepri. 
 
Khusyuk 
Sebelumnya, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan unsur pimpinan daerah Riau, bersama ribuan masyarakat, terlebih dahulu melaksanakan salat istisqa (minta hujan, red) di halaman Masjid Agung An Nur, sekitar pukul 07.30 WIB. 
 
Salat berlangsung khusyuk, meski hampir seluruh peserta mengenakan masker akibat kabut asap yang masih tebal turun di Kota Pekanbaru.
 
"Semua upaya kita lakukan, selain pemadaman kebakaran hutan dan lahan, mencari pelaku pembakaran dan juga dengan sholat Istiqsa (meminta hujan) ini mudah-mudahan dengan memohon ridha Allah SWT agar diturunkan hujan agar mengakhiri bencana kabut asap di Pekanbaru, Riau khususnya," Kata Wakapolresta Pekanbaru, AKBP S Putut Wicaksono. (nur, nom)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler