Pemkab Diminta Fasilitasi Pembangunan Sub Gudang Bulog

Selasa, 25 Agustus 2015 - 11:39 WIB
Ilustrasi

SELATPANJANG (HR)- Kepala Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat Edy Murkan, minta kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti agar memfasilitasi pengadaan sub gudang Bulog di Meranti.

Menurutnya, persoalan penjemputan beras tersebut secara rutin cukup menyita waktu dan juga biaya yang tidak sedikit. Begitu juga resiko yang harus ditanggung saat o yang harus ditanggung saat penjemputan beras itu.

Jika sub gudang Bulog ada di Meranti, akan sangat membantu proses distribusi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kali penjemputan.
Demikian diungkapkan Edy Murkan, di hadapan Bupati Kepulauan Meranti saat pelaksanaan rapat pembahasan penyaluran Raskin di Kepulauan Meranti, Senin,(24/08) kemarin.

Edy Murkan mengungkapkan sejak lama diharapkan keberadaan gudang bulog tersebut berada di Meranti. Ha itu juga untuk menghindari resiko kerusakan atau keterlambatan penjemputan.
Dengan adanya gudang di Meranti, tentu akan memberikan kemudahan bagi kordinator raskin dari masing-masing kecamatan itu melakukan penjemputan,”katanya lagi.
Menjawab permintaan itu, Penjabat Bupati Kepulauan Meranti, gDrs Edy Kusdarwanto mengatakan sangat setuju jika ada sub gudang Bulog di Meranti. Sebagai daerah kepulauan, memang menjadi persoalan dari berbagai program adalah menenai distribusi.

Untuk memperlancar distribusi tersebut memang kehadiran sub gudang Bulog itu di Meranti menjadi sebuah kebutuhan mendesak.
Menurut Bupati, jika Meranti memiliki sub gudang Bulog, juga akan difungsikan untuk menerima hasil pertanian tanaman padi dari para petani yang ada. Sekaligus hal itu akan memutus hubungan dengan para tengkulak.


Harga gabah atau harga beras nantinya bisa ditentukan oleh para petani karena Bulog akan berperan untuk membeli hasil pertanian masyarakat. Jadi memang kehadiran gudang Bulog di Meranti sudah sangat mendesak, dan akan kita telusuri mekanisme pembangunannya,”pungkas Edy.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh seluruh camat dan para kepala desa maupun lurah yang ada.(jos)

Editor:

Terkini

Terpopuler