Utusan Khusus Presiden Kunjungi RAPP

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 10:36 WIB
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (HR)-Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Nadi Witoelar Kartaadipoetra (Rachmat Witoelar) berkunjung ke PT Riau Andalan Pulp and Paper.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem operasional RAPP sebagai salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia dan sekaligus meninjau program Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang diprakarsai dan dijalankan oleh APRIL Group.

Program RER yang dimiliki APRIL Group menjadi salah satu upaya dalam menjalankan praktik bisnis keberlanjutan. Implementasinya dilakukan dengan memberikan satu hektare lahan sebagai area konservasi, untuk setiap satu hektare lahan yang digunakan sebagai hutan tanaman. Nantinya, tujuan dari program ini adalah menyeimbangkan antara konservasi dan pemanfaatan lahan hutan tanaman dengan rasio 1:1.

“RER merupakan program konservasi untuk menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan biodiversitas yang ada di Riau. Program ini kami jalankan pada tiga lokasi yang terletak di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, dengan luasan mencapai lebih dari 70.000 hektar,” kata Presiden Direktur RAPP, Tony Wenas, di Pangkalan Kerinci.

Tony juga menjelaskan program RER yang dijalankan APRIL Group sejak dua tahun lalu ini merupakan upaya untuk melestarikan hutan Indonesia, guna berkontribusi dalam menjaga keseimbangan iklim di Indonesia.

Selain mengenal program RER APRIL Group, Rachmat juga berkesempatan untuk mengunjungi RGE Technology Centre (RTC) dan mendapatkan penjelasan mengenai sistem produksi pulp dan kertas ramah lingkungan yang diterapkan RAPP mulai dari pra produksi sampai pasca produksi.

Operasi manufaktur APRIL telah mendapatkan sertifikat lacak balak (Chain-of-Custody/CoC) PEFC, sertifikasi ketat dan diakui oleh dunia sebagai suatu mekanisme untuk memverifikasi dan memajukan pengelolaan hutan lestari dan produk kayu yang dihasilkan secara keberlanjutan.

“Program RER RAPP diharapkan bisa menjadi contoh dari semua pihak yang mengolah sumber daya alam baik industri pulp atau industri lainnya dan untuk sustainability sehingga keutuhan lahan tetap terjaga," kata Rachmat.

Rachmat pun berharap, RAPP semakin bisa membuat terobosan-terobosan baru di bidang lingkungan agar kondisi lahan di Riau tetap terjaga. "Usaha-usaha yang dilakukan RAPP sangat baik. Semoga ada lagi terobosan dari RAPP yang bisa dijadikan pelajaran untuk semua pihak. Jangan sampai mengorbankan lahan hijau untuk produksi," tutup Rachmat.(pen)

Editor:

Terkini

Terpopuler