Arab Saudi Terpaksa Pinjam Uang

Rabu, 12 Agustus 2015 - 09:16 WIB
Kilang minyak Pertamina.

JAKARTA (HR)-Negara penghasil minyak dunia Arab Saudi sepertinya harus menghadapi realita buruk pada pendapatannya. Bahkan, pemerintah Arab Saudi harus meminjam uang akibat merosotnya harga minyak dunia. Seperti dilansir CNN, Selasa (11/8), merosotnya harga minyak dunia memaksa pemerintah Arab Saudi mencari pinjaman dari investor asing.

Arab Saudi telah menghabiskan hampir USD62 miliar dari cadangan mata uang asing tahun ini, dan meminjam USD4 miliar dari bank lokal pada Juli lalu dalam bentuk obligasi sejak 2007.

Sementara itu, defisit anggaran diperkirakan akan mencapai 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2015 ini. Capital Economics memperkirakan, pendapatan pemerintah akan turun USD82 miliar pada tahun ini, setara dengan 8 persen dari PDB.

Kemerosotan minyak dari USD107 per barel pada Juni lalu menjadi USD44 berhasil memeras setengah dari output ekonomi negara dan pendapatan pemerintah yang dihasilkan oleh industri minyak. Perjuangan agresif untuk mempertahankan pangsa OPEC dari pasar minyak global telah menyebabkan banjir pasokan besar.

Seperti diketahui, Riyadh menolak untuk memangkas produksi, berharap untuk mendorong produsen lain, seperti perusahaan-perusahaan AS untuk keluar dari bisnis. Tidak hanya itu, perang di negara tetangga Yaman, dan serangan udara terhadap ISIS di Suriah juga ikut mempengaruhi."Kami akan melihat peningkatan pinjaman dalam beberapa bulan mendatang," ungkap Gubernur Badan Moneter Arab Saudi, Fahad al-Mubarak.(okz/mel)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler