Desa Tanjung Sari Belum Dialiri Listrik

Jumat, 24 Juli 2015 - 08:18 WIB
ILUSTRASI

RENGAT (HR)-Kendati jaringan listrik sudah terbentang, namun sampai saat ini masyarakat Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku belum bisa menikmati listrik dari PLN.
“Entah sampai kapan kami harus menunggu agar bisa menikmati listrik PLN layaknya masyarakat di desa seberang sana,” kata salah warga Desa Tanjung Sari, Nina (24), Kamis (23/7). Dijelaskan, masyarakat Tanjung Sari sebenarnya sudah lama mendambakan listrik PLN.  Bahkan semenjak kepemimpinan Bupati Yopi Arianto, sudah mulai dibangun jaringan listrik dari Jalan Raya Rengat-Tembilahan, tepatnya di Desa Kuala Mulia hingga Desa Tanjung Sari yang berada diseberang Desa Kuala Mulia atau seberang Sungai Indragiri.
Dengan dibangunnya jaringan listrik tersebut, harapan masyarakat kian besar dan ada rasa bahagia karena keinginan yang dipendam selama puluhan tahun akan terpenuhi. Namun, lanjutnya, sampai sekarang masyarakat Tanjung Sari belum bisa menikmati listrik PLN, karena jaringan listrik yang sudah dibangun tersebut belum dialiri energi listrik. Sehingga guna memenuhi kebutuhan listrik, masyarakat menggunakan mesin diesel serta genset mini yang sudah pasti membutuhkan biaya cukup besar, buat membeli bahan bakar serta penggunaan energi listriknya tak optimal.
Pasalnya, mesin diesel dan genset tersebut tak bisa beroperasi 24 jam sehari, maksimal dalam sehari hanya bisa menikmati listrik selama 7-10 jam sehari, mulai dari pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhu Khairizal, melalui Kepala Bidang (Kabid) Energi dan Ketenagalistrikan Distamben Inhu Bakri, membenarkan sampai saat ini Desa Tanjung Sari belum dialiri listrik PLN.
Lebih jelas dikatakan, pembangunan jaringan listrik menuju Desa Tanjung Sari dilaksanakan selama 2 tahun anggaran, dimulai tahun 2013 lalu dan rampung tahun 2014 silam. Namun, sampai saat ini jaringan tersebut belum dialiri listrik karena ada beberapa kendala, diantaranya, beberapa titik jaringan masih terdapat pohon milik masyarakat yang belum ditebang. “Kita sudah turun kelapangan dan sosialisasi pada masyarakat agar berpartisipasi menebang pohon disekitar jaringan listrik, namun sampai sekarang masih banyak pohon di sepanjang jaringan,” ungkapnya.
Dijelaskan, memang tak ada program ganti rugi untuk pohon yang ditebang di sepanjang  jaringan, mungkin hal itu membuat masyarakat berat menebang pohon miliknya, dan masalah ini  bisa diatasi perangkat desa setempat mela-lui musyawarah. Ditambahkan, kendala lainnya PLN Area Rengat belum membuka pendaftaran bagi calon pelanggan, karena kondisi listrik di Inhu belum stabil, namun pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN area Rengat agar Desa Tanjung Sari dialiri listrik secepatnya. (rez)

Editor:

Terkini

Terpopuler