BKP Riau Gelar Pelatihan Analisis Situasi Konsumsi Pangan

Sabtu, 13 Juni 2015 - 12:08 WIB
ilustrasi

PEKANBARU (HR)- Menjamin konsumsi pangan cukup, aman, bermutu, bergizi, dan berimbang baik pada tingkat individu maupun rumah tangga merupakan tujuan dari pembangunan ketahanan pangan.
 
Kebutuhan konsumsi pangan penduduk harus dipenuhi secara merata sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal. Memandang hal tersebut, bertempat di Hotel New Hollywood Pekanbaru, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Riau mengadakan kegiatan 'Pelatihan Analisis Situasi Konsumsi Pangan Penduduk Tahun 2015'.

Sebelum acara dibuka, Kepala Bidang Konsumsi Pangan, BKP, Riau, Jompak Sitompul mengatakan, tujuan pelatihan bagi penduduk enumerator adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta (enumerator) dalam pengambilan data konsumsi pangan
(karakteristik demograpi, sosial ekonomi dan pangan) ditingkat rumah tangga dengan metode survei.


Kemudian meningkatkan pengetahuan peserta dalam melaksanakan analisis
situasi konsumsi pangan penduduk. Selanjutnya mendorong dilakukannya
pengumpulan data konsumsi pangan ditingkat rumah tangga diwilayah
kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Badan BKP Riau, Darmansyah dalam pemaparannya
mengatakan, arah kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan
masih terdapat beberapa permasalahan. Yakni upaya penganekaragaman
konsumsi belum menunjukkan hasil yang maksimal, dengan masih adanya
gizi kurang yang masih menjadi masalah dalam kesehatan.

" Sehingga diperlukan upaya percepatan tercapainya diversifikasi
konsumsi pangan untuk menunjukkan pola konsumsi pangan yang memenuhi
kaidah gizi seimbang. Kemudian juga diperlukan suatu pendekatan
percepatan diversifikasi konsumsi pangan agar prakarsa yang dilakukan
terarah, terukur dan sistematis," katanya.

Selain itu, lanjut Darmansyah, kegiatan pelatihan yang diadakan untuk
mendapatkan gambaran mengenai besarnya konsumsi pangan penduduk,
kebutuhan pangan, serta target konsumsi pangan penduduk yang ideal
hingga perumusan kebijakan strategis ketahanan pangan.

Diharapkan agar situasi konsumsi pangan penduduk baik secara kualitas
maupun kuantitas dengan pendekatan Pola Pangan Harapan(PPH) dapat
terevaluasi. Kemudian target kebutuhan pangan penduduk serta
penyediaan pangan juga akan tersusun, dan terevaluasinya potensi
percepatan penganekaragaman konsumsi pangan.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, sejak Kamis (11/6) hingga
Sabtu (13/6), diikuti sebanyak 84 peserta dari berbagai Kabupaten
/Kota. Menghadirkan tiga nara sumber dari BKP Kementrian Pertanian,
diantaranya, Sri Rebecca, Rini, dan Wara Fitria.

Dengan materi pelatihan tentang Kebijakan percepatan konsumsi pangan.
Peranan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman terhadap kesehatan
manusia, pentingnya perencanaan konsumsi pangan wilayah dan beberapa
materi lainnya. (her)

Editor:

Terkini

Terpopuler