Israel dan AS Diperingatkan Tak Membalas Serangan Iran

Senin, 15 April 2024 - 08:52 WIB
Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu.

Riaumandiri.co - Iran mengatakan mereka akan memberikan respons lebih besar bila Israel dan AS membalas serangan drone dan rudal Iran ke wilayah Israel pada Ahad (14/4). Teheran mengatakan operasinya belum selesai.

Serangan balasan Iran atas serangan Israel ke kantor konsulat Iran di Suriah pada 1 April lalu membuka risiko perang terbuka di Timur Tengah dan dapat menyeret AS. Meski Washington sudah mengatakan AS tidak ingin berkonflik dengan Iran tapi tidak ragu untuk melindungi pasukannya dan Israel.

Namun tembakan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar ditembakan dari dalam Iran hanya menimbulkan sedikit kerusakan di Israel. Sebagian besar drone dan rudal itu ditembak jatuh dengan bantuan AS, Inggris dan Yordania.

Pangkalan Udara Militer di selatan Israel terkena tembakan tapi masih bisa beroperasi. Selain itu tidak ada laporkan kerusakan parah.

Menjelang rapat kabinet perang Israel, menteri kabinet Benny Gantz memperingatkan Israel akan membalas serangan Iran di waktu yang tepat.

"Kami akan membangun koalisi regional dan harga yang setimpal dari Iran dengan cara dan waktu yang tepat bagi kami," kata Gantz dalam pernyataannya.

Di acara Meet the Press di stasiun televisi NBC juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan keberhasilan menghalau serangan massal drone "prestasi luar biasa militer" Israel dan mitra-mitranya. Ia menambahkan ini menunjukkan bagaimana Israel tidak terisolasi dari panggung internasional.

"Sekarang, apakah dan bagaimana Israel akan merespon, tergantung pada mereka. Kami memahami dan menghormati itu. Namun presiden (AS Joe Biden) sudah sangat jelas: kami tidak mencari perang dengan Iran," kata Kirby.

Misi Iran untuk PBB mengatakan serangan Iran ke Israel sebagai hukuman atas "kejahatan Israel" tapi kini Iran "menganggap masalah itu sudah selesai."

Editor: Akmal

Terkini

Terpopuler