Jokowi Bakal Lakukan Groundbreaking di IKN Dengan Nilai Investasi Rp10 Triliun

Senin, 11 Desember 2023 - 23:22 WIB

Riaumandiri.co - Otorita menyebut Presiden Joko Widodo bakal kembali memimpin groundbreaking proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Groundbreaking ketiga di IKN Nusantara itu terdiri dari 12 investor dengan total nilai investasi sebesar Rp10 triliun.

"Insyaallah minggu depan, sekitar 20-an (20 Desember 2023), mudah-mudahan. Kalau jadwal tentunya saya akan ikut dari Istana, bagaimana jadwal Bapak Presiden (Jokowi)," ucap Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono di sela-sela Workshop Financial Center IKN di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Senin (11/12).

"Kita berharap semaksimal mungkin bisa tercapai (groundbreaking IKN di Desember 2023) karena mungkin sebagian juga sudah ada yang libur. Tapi kita maksimal dulu sebelum libur harus ada groundbreaking, sebelum liburan," sambungnya.

Agung merinci tiga sektor utama proyek yang akan di-groundbreaking pekan depan.

Pertama, sektor hijau. Ia menyebut peletakan batu pertama di Desember 2023 ini akan mencakup proyek-proyek mengusung green forest city hingga reforestasi.

Kedua, Agung mengatakan ada investasi yang sifatnya menguatkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN. Ini termasuk hotel hingga rumah sakit pemerintah.

"Bentuknya mulai dari properti hunian, hotel, dan juga di situ akan ada RS. Kali ini pemerintah yang membangun (rumah sakit)," tuturnya.

"Kita sudah ada tiga RS swasta yang groundbreaking, kali ini pemerintah, dan kita juga sudah melakukan pembagian antara 4 RS ini bidangnya apa saja. Kan ada 8 penyakit yang harus diwaspadai, nah mudah-mudahan 4 RS ini bisa meng-cover empat (penyakit)," imbuh Agung.

Ketiga, ia mengatakan bakal ada groundbreaking gedung dari lembaga-lembaga pemerintah. Agung membocorkan akan ada peletakan batu pertama pembangunan kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di IKN.

Selain itu, ia berharap bangunan dari kementerian/lembaga (K/L) di sektor pertahanan bisa segera digarap.

Editor: Akmal

Terkini

Terpopuler