Dubes Burhan Mendarat Darurat di India

Selasa, 12 Mei 2015 - 08:27 WIB
Proses evakuasi Dubes RI untuk Pakistan Burhan Muhammad.

JAKARTA (HR)-Jika tidak ada aral melintang, seharusnya Duta Besar RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad, telah tiba di Singapura dan dirawat di sana. Namun, karena kondisi kesehatannya menurun, pesawat yang membawa Burhan terpaksa mendarat darurat di Chennai, India.  

Informasi itu dibenarkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi,melalui pesan pendek kepada VIVA.co.id, Senin (11/5) malam. Retno membenarkan, pemberangkatan Burhan ke Singapura terpaksa ditunda karena kondisi kesehatannya menurun.
"Kondisi beliau menurun, sehingga evakuasi belum bisa dilanjutkan ke Singapura," terangnya.

Dia menambahkan, Burhan dievakuasi ke Singapura menggunakan ambulans udara dengan peralatan lengkap. Saat ini, Burhan diinapkan di sebuah rumah sakit setempat sambil menunggu kondisi kesehatannya membaik.

Begitu tiba di Singapura nanti, tim dari KBRI akan langsung melarikan Burhan ke Singapore General Hospital (SGH). Kendati rumah sakit milik pemerintah, tetapi di sana terdapat pusat perawatan luka bakar yang tersohor untuk kawasan Asia Pasifik. Menurut informasi, semua peralatan dan tim telah siap menyambut kedatangan Burhan.

Burhan termasuk salah korban dalam musibah jatuhnya helikopter Mi-17 pada Jumat pekan lalu di Pakistan. Namun hampir 75 persen tubuhnya menderita luka bakar. Karena dibutuhkan perawatan medis yang memadai, dia dievakuasi ke Singapura. Alasan lain pemilihan dirawat di sana, agar keluarga lebih mudah dan dekat jika ingin membesuk.

Sementara itu, pemulangan jasad istri Burhan, Hery Listyawati masih menunggu tuntasnya pemeriksaan sampel DNA dan darah. Jika tiba di Indonesia, jasad Lilis -- sapaan akrab Hery Listyawati, akan dimakamkan di pekamakan keluarga suami di Bantul, Yogyakarta.

Selain Lilis, tiga utusan asing lainnya yakni Dubes Norwegia, Dubes Filipina, dan istri Dubes Malaysia untuk Pakistan juga meninggal dalam kecelakaan.

Pemerintah Pakistan bersikeras kejadian pada pekan lalu disebabkan kesalahan teknis dan bukan karena ditembak jatuh oleh kelompok militan Taliban. (viv, yuk)

Editor:

Terkini

Terpopuler