Ada Harimau di Rantau Bais, BBKSDA Riau Cek Lapangan

Selasa, 07 Februari 2023 - 06:29 WIB
Tim KSDA Riau bersama masyarakat melakukan observasi dan melakukan pemantauan mencari bukti informasi kemunculan harimau sumatera di Well Rantau Bais 40 Kabupaten Rokan Hilir.

RIAUMANDIRI.CO- Adanya laporan masyarakat terkait kemunculan Harimau Sumatera membuat Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan observasi ke Kepenghuluan Teluk Berembun Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tepatnya di kawasan Well Rantau Bais 40 pada awal Februari 2023.

Kepala BBKSDA Riau Genma S Hasibuan, Senin (6/2), menyebut bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat, bahwasanya kemunculan satwa harimau itu dilihat oleh warga ketika memancing.

"Tim Balai Besar KSDA Riau dari Seksi Wilayah IV Dumai telah berkoordinasi dengan Perangkat Desa di Kepenghuluan Teluk Berembun terkait informasi penampakan Harimau Sumatera. Tim telah melakukan pengecekan lapangan disekitar informasi pemancing yang melihat sosok Harimau Sumatera," terang Genman.

Tak sendirian, tim dari KSDA Riau itu turun ditemani oleh pihak dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan masyarakat, menyelidiki selurah kawasan tersebut untuk mencari bukti terkait kemunculan satwa endmik sumatera itu.

Dari hasil pemantauan selama beberap hari, tim tidak menemukan bukti kuat akan kemunculan satwa harimau tersebut. "Tim telah melakukan pemantauan selama beberapa hari dan menggali informasi ke beberapa pihak yang ada di sekitar lokasi, namun tidak menemukan adanya informasi dan tim tidak menemukan jejak atau bekas Harimau Sumatera," jelasnya.

Meski begitu, tim mensosialisasikan bagaimana menyikapi akan kemunculan satwa harimau di pemukiman, warga diminta untuk tidak melakukan aksi anarkis yang nantinya bisa membahayakan kedua belah pihak.

"Tim melakukan sosialisasi dan penyadartahuan kepada masyarakat Kepenghuluan Teluk Berembun untuk selalu waspada terhadap satwa liar, jangan sampai melukai hewan tersebut karena merupakan satwa yang dilindungi undang-undang apabila hewan tersebut masuk kembali untuk mengusir mengunakan bunyi bunyian," urainya lagi.

Warga pun diingatkan untuk sedapat mungkin tidak melakukan aktifitas diluar rumah pada malam hari, sebab itu akan sangat berpotensi berbahaya bahkan bisa menimbulkan korban.

"Kepada masyarakat agar tidak beraktifitas diluar rumah ketika malam hari dan jika terpaksa agar mengusahakan keluar rumah minimal 2 orang," pungkasnya. (Mal)

Editor: Wahyu Hismi

Terkini

Terpopuler