Ustaz Abdul Somad Bahas Persekusi Ulama dengan Din Syamsuddin

Ustaz Abdul Somad Bahas Persekusi Ulama dengan Din Syamsuddin

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA – Dai kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba-tiba berkunjung ke kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sabtu (3/11/2018). Keduanya berbincang sekitar satu jam.

Menurut Din, dirinya memang sudah lama ingin bertemu dengan UAS. Dia merasa prihatin atas beberapa kasus pengadangan ceramah UAS, antara lain di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Secara kebetulan, Ustaz Abdul Somad hadir di Jakarta untuk mengisi ceramah dalam acara Damai Indonesiaku di TvOne. Ustaz Somad menyempatkan diri menemui Din di rumahnya di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan.


Pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan Din Syamsuddin adalah yang pertama kali. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu turut dihadiri beberapa anggota keluarga Din dan beberapa orang lainnya.

Usai pertemuan, Din mengaku membahas persekusi dan pengadangan yang dialami oleh UAS.

"Tidak secara khusus karena dianggap sudah memahami persoalan yang terjadi, pengadangan, penghalangan, persekusi ke UAS tadi saya nyatakan kita semua prihatin dan saya secara khusus meminta hal itu tidak usah diingat lagi," ujar Din Syamsuddin.

Menurut dia UAS adalah seorang dai yang pemahaman soal agamanya cukup dalam. Menurut dia umat Islam harus bersyukur dengan kehadiran sosok UAS. "Saya pikir umat Islam harus bersyukur, umat ini dihadirkan dai yang tampil sebagai pencerah masyarakat," tuturnya.

Namun, Din enggan membahas lebih lanjut soal topik pembicaraannya dengan UAS dalam pertemuan itu. Ia menyebut pertemuan itu hanya bersifat silaturahmi dan tidak direncanakan. 

Ketika ditanyakan, apakah mereka juga sempat menyinggung pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Din membantah. "Tidak ada bahas politik," ujarnya.

Selebihnya, dia mengingatkan kepada seluruh umat islam agar selalu menjaga kerukunan dan agar tidak mudah untuk diadu domba.

"Saya ingin pesankan kepada masyarakat jangan teradu domba. Cara adu dombanya sangat halus sehingga kita tidak merasakannya," tutur Din.