Jelang Musda PKDP Pekanbaru

Kedepankan Musyawarah dan Mufakat”

Kedepankan  Musyawarah dan Mufakat”

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Ajang Musyawarah Daerah Persatuan Keluarga Daerah Piaman Kota Pekanbaru, yang akan digelar 9 April mendatang, terus dipersiapkan.

 Harapan demi harapan, terus terlontar demi kebaikan organisasi kemasyarakatan asal Pariaman ini. Salah satunya, Musyawarah Daerah tersebut diharapkan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Harapan itu dilontarkan H Tuangku Kuniang, yang merupakan tokoh

Kedepankan
adat dan alim ulama masyarakat Pariaman, Minggu (27/3).

Selain itu, ia juga berahrap dalam helat Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Pekanbaru nanti, akan terpilih sosok ketua umum yang bisa mengayomi serta mampu membesarkan organisasi.

 Tidak hanya itu, sosok ketua umum nanti juga diharapkan bisa membuat PKDP Pekanbaru bisa berpartisipasi dalam membangun Kota Bertuah bersama pemerintah.

"Kita berharap, ke depannya PKDP Pekanbaru ini menjadi sebuah organisasi yang maju. Tentunya dipimpin sosok yang berpengalaman dan tahu dengan organisasi," ujarnya.

H Tuangku Kuniang menilai, banyak sosok yang sebenarnya mampu memimpin PKDP Kota Pekanbaru. Namun dari sekian banyak sosok dan tokoh tersebut, perlu dicermati, sehingga diharapkan pilihan benar-benar jatuh pada sosok yang tepat.

"Kita berharap nantinya terlahir sosok yang bisa mengurus organisasi ini, memiliki kemampuan yang kuat dalam membuat program, karena banyak program yang perlu dibenahi, apakah itu dari segi agama, segi adat istiadat, pendidikan, serta kesenian," tambahnya.

"Harus berupaya dalam menentukan sikap, siapa yang akan dipilih, karena jika terpilih pengurus yang kurang tepat, tentunya PKDP Pekanbaru, akan sulit berkembang. Kita berharap ia (ketua PKDP Kota) seorang yang bisa paham berurusan ke atas dan dapat mengayomi masyarakat ke bawah," tambahnya.

Namun yang sangat penting untuk diingat, tambahnya, pihaknya berharap Musda PKDP Pekanbaru nanti mengedepankan musyawarah dan mufakat, sehingga tidak ada perselisihan.

"Harus mengedepankan prinsip kekeluargaan, adat bersandi sarak, syarak bersandi kitabullah, sehingga PKDP Pekanbaru kedepan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat PKDP Pekanbaru lainnya, H Tuangku Jamaris. Tokoh Adat orang Piaman ini berpesan sangat diperlukan pemimpin yang jujur, cerdas dan mampu membesarkan oragnisasi paguyuban Minang ini untuk masa mendatang.

"Yang penting ia jujur orangnya, berpikiran cerdas, memiliki usaha mandiri. Hal ini perlu, agar organisasi ini memiliki program secara berkelanjutan," ujarnya.

Tuangku Jamaris mengatakan dalam Musda nantinya juga dibutuhkan rasa kekeluargaan, karena organisasi ini sifatnya kebersamaan. Meski demikian, PKDP Pekanbaru tetap harus memiliki program yang berguna bagi masyarakat, khususnya orang Piaman yang ada di perantauan maupun di kampung halaman.

"Jika nantinya tidak jujur, sangat tidak mungkin PKDP ini bisa maju. Jadi bagi saya jujur dulu yang penting, baru cerdas dan memiliki modal dalam pengembangan organisasi. Dengan begitu kita yakin semua kegiatan akan berjalan. Begitu juga sektor lain seperti segi agama, pendidikan, kesenian dan kegitan-kegitan lainnya," imbuhnya. (ben)