Evaluasi Penerapan KBK di Riau Patut Dicontoh

Evaluasi Penerapan KBK di Riau Patut Dicontoh

PEKANBARU (HR) - Dari hasil evaluasi penerapan Norma Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Riau mengalami peningkatan yang cukup signigfikan. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan peserta mencapai 2,5 persen perhari, dan mengalami pencapaian diangka 20 persen Khususnya terkait masalah sarana dan prasarana.
 
Hal ini tentunya, patut dijadikan contoh atau pilot project bagi propinsi lain dalam hal percepatan layanan kesehatan. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris dalam acara Focus Discussion Hasil Uji Coba Penerapan Norma KBK di Pekanbaru, Senin (15/6) di Hotel Pangeran.

Hadir dalam acara tersebut Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syarief, Dirut RSUD Arifin Ahmad Nuzzely, Kadiskes Pekanbaru Helda, dan seluruh unsur kesehatan.

Menurutnya, apa yang telah diterapkan di tiga propinsi yakni Riau, Sumbar dan Jambi patut menjadi leadership bagi propinsi lain. Karena tentunya tidak mudah untuk bisa menerapkan program tersebut, dengan menerapkan 4 upaya atau indikator yakni dilakukan yakni upaya kontak komunikasi, upaya rasio prolanis dan edukasi risti, upaya nasib rujukan non spesialis, dan upaya indikator sarana dan prasarana.

 "Tentu tidak mudah menerapkannya, karena dalam membuat suatu perubahan pasti ada tantangan. Dan apa yang dilakukan ini tentunya sesuai dengan Permenkes yang berbasis layanan,"ujar Fahmi.

Atas apa yang telah diterapkan ini, diakui Fahmi, telah banyak dilirik oleh propinsi lain yakni dibagian Timur. Karena program ini merupakan peningkatan mutu terhadap 4 indikator tersebut.

Diharapkan dengan 9.000 puskesmas yang ada, bisa turut memberlakukan program ini KBK ini yang berorientasi pada pelayanan.

Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini, BPJS Kesehatan akan terus berupaya memperbaiki pelayanan secara bertahap. Untuk itu, ia sendiri mengapresiasi terhadap apa yang diterapkan. Dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan menuju kearah yang lebih baik.

Sementara itu, dikesempatan yang sama pula Kepala Divisi Regional II BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS menambahkan bahwa setelah dilakukan evaluasi sejak tiga bulan terakhir, terdapat perubahan pelayanan yang cukup signifikan dan lebih teratur.(nie)