Webinar Literasi Digital: Yuk, Produktif di Media Sosial

Kamis, 24 Juni 2021 - 19:27 WIB

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU- Kegiatan webinar literasi digital pada hari Kamis, 24 Juni 2021, pukul 14.00 WIB, dengan tema YUK, MENJADI PRODUKTIF DI MEDIA SOSIAL dibuka oleh moderator Lingga Zahran Moderator memberikan reminding untuk para hadirin dalam 5 menit sebelum acara dimulai. Kemudian moderator membuka rangkaian kegiatan webinar ini dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker. Rangkaian acara pertama yaitu pemutaran lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan kembali oleh moderator untuk mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A. Pangarepan. 

Setelah itu moderator membuka acara dengan menyapa para hadirin terutama yang berasal dari Raiu, PekanBaru. Kemudian, menyapa Key Opinion Leader yaitu @chachaannissa, beliau adalah seoarang News Anchor TvOne, Dosen, Moderator. Kemudian, moderator membacakan tata tertib bagi para peserta kegiatan webinar ini.

Setelah itu moderator menyapa dan mempersilahkan narasumber pertama yaitu Arief Wicaksono beliau adalah seorang Praktisi, Fotografer dan Content Creator. Beliau meyampaikan materi dengan tema “YUK, MENJADI PRODUKTIF DI MEDIA SOSIAL”. Menurut beliau Digitak skill merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkan keras dan piranti lunak tik serta system operasi digital, saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan transformasi digital. Mulai dari perluasan akses, infrastruktur, percepatan integrasi Pusat Data Nasional, dan pembuatan roadmap di berbagai sector. 

Bersaam dengan itu SDM Indonesia juga harus disiapkan, agar proses tranformasi tidak terhamat dan mendatangkan manfaat bagi kemajuan bangsa.

Ada beberapa jenis, fungsi, dan manfaat media sosial

Blog secara ringkas bisa dipahami sebagai jurnal pribadi di internet untuk berbagi catatan atau pandangan penggunanya tentang beragam hal. Penggunanya lazim disebut sebagai blogger.

Fitur tersembunyi di media sosial yang bermanfaat

Keyboard Shorcut:

  1. Tombol spasi untuk melakukan play dan pause 

  2. Tombol kanan dan kiri untuk memajukan dan memundurkan video selama 5 detik

  3. Tombol atas dan bawah untuk menaikkan dan menurunkan volume video

  4. Tombol O untuk menguangi video dari awal

  5. Dapat menyimpan video online di HP

Fitur tersembunyi di sosmed:

  1. Membuta folder pada postingan kita

  2. Mengabaikan kompentar dan pesan dari pengguna tertentu

  3. Menyembunyikan status online di DM

Ada beberapa jurus jitu menjadi produktif dengan sosial media:

  1. Jaga lingkungan pertemanan media sosial secara selektif dan positif

  2. Bergabung dengan komunitas dan forum sesuai passion

  3. Posting hal positif

  4. Jadwalkan waktu membuka sosial media

 

Setelah itu, moderator beralih ke narasumber kedua yaitu Fadli Afriadi SP, MM, beliau adalah Pembelajar, Trainer, Konsultan, dan entrepreneur. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Memahami Fitur Keamanan di berbagai aplikasi media sosial”. Menurut beliau digital safety adalah kemampuan indifidu dalam menyadari, mempolakan, menerapkan. Menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari hari.

Perlindungan identitas, pastikan memilih identitas asli atau samaran, Amankan identitas utama(alamat email yang sedang digunakan)

Perlindungan data pribadai menurut beliau adalah data personal kita yang harus dilindungi karena rawan dipakai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk melindungi data pribadi:

  1. Gunakan password yang kuat

  2. Hati hati saat menggunakan wifi gratis

  3. Selalu lakukan update aplikasi untuk mencegak kebocoran

  4. Hati hati mengunggah data pribadi

  5. Hindari berbagai data pribadi orang lain

  6. Waspada jika ada komunikasi atau aktifitas mencurigakan

Social Engineering mencari informasi rahasia target secara langsung atau melalui orang lain, dan tujuannya mendapatkan akses illegal ke rekening bank atau dompet digital korban. Akan tetapi setiap media sosial sudah menyediakan fitur pengaturan privacy untuk melindungi privasi akun anda. Salah satu keamanan yang dimiliki adalah OTP, OTP adalah sandi yang dimiliki oleh pengguna platform digital yang diubah secara teratur oleh system sehingga seorang pengguna selalu login dengan menggunakan salah satu sandi dari daftar sandi.

Kita juga harus mewaspadai penipuan Via medsos seperti ONLINE SHOP, Penipuan digital antara lain:

  1. Scam

  2. Spam

  3. Phising

  4. Hacking

Cara Aman di Media Sosial adalah dengan memiliki Password yang kuat, Hati hati saat login, Selalu Log Out, Selektif, Jangan Asal membuka URL/ Tautan, Jaringan Aman.

Setelah narasumber kedua selesai memaparkan materinya, moderator mempersilahkan narasumber ketiga Tika Mutia, S.I.Kom., M.I.Kom. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Etika Dalam Media Sosial”. Menurut beliau, Fenomena saat ini yang diunggulkan karena media sosial dan internet cepatnya penyebaran informasi oleh siapa saja, Keberlimpahan informasi yang kita terima setiap hari. Ada beragam Informasi di Media Sosial Namun dari sisi kredibilitasnya harus lebih diperhatikan apakah produk jurnalistik atau bukan. Hasil Survei tahunan Digital Civility Index 2020 oleh Microsoft dari 16.000 responden 32 negara. Presentasi paling tinggi dari hasil survei adalah hoax dan penipuan.

Bentuk Pelanggaran Cyber ethics:

  1. Penyebaran Hoax

  2. Cyber Bullying

  3. HateSpeech

  4. Pornografi

  5. Penipuan jual beli Online

Netizen Indonesia rata rata mudah tergiur foto di medsos dan kurang berhati hati dalam Crptocurrency. Dalam UU ITE Pasal 27 ayat 1 dan ayat 3 merupakan salah satu pasal yang sangat digunakan. Hoaks Terbanyak saat ini adalah tentang Covid 19, Dirjen Informasi Komunikasi Publik(IKP) KOMINFO, mengatakan Kominfo mempunyai cyber crime yang selama 24 jam terus melakukan monitoring terutama di media sosial terutama terkait adanya informasi hoaks tentang COVID-19.

Ada etika Media Sosial:

  1. Hati hati saat mengomentari suatu pemberitaan

  2. Banyak Hate Speech yang terjerat UU ITE

  3. Jangan memberi/ upload data pribadi seperti FOTO KTP, SIM dll

  4. Jangan menyebar Pornografi, Pornoaksi, konten sensitive dll

 

Kemudian, moderator mempersilahkan narasumber keempat yaitu bapak Lukman Haqim, S.Pd beliau adalah Founder Senja Aquascape yang Menyampaikan materinya dengan tema “Memanfaatkan Ruang menjadi Uang”. Menurut beliau Media Sosial bisa sangat bermanfaat tergantung cara kita menggunakannya seperti mencari ide dan Inspirasi, Menjalin Komunikasi, Membangun Networking. Media Sosial Paling popular di Indonesia terjadi pada tahun 2020-2021, Youtube tetap jadi media sosial terpopuler di Indonesia tahun lalu, menurut sebuah laporan berjudul digital 2021. Salah satu hal yang di mudahkan dengan adanya internet dan media sosial :

  1. Transportasi

  2. Pendidikan

  3. Hiburan

  4. Branding

  5. Promosi

Kesimpulan: Ruang Peluang dan Uang adalah satu turunan yang harus kita sepakati Bersama karena sebelum kita menggali diri lebih jauh kita tidak akan pernah tau kesalahan kita. Jadikan kegagalan menjadi nilai jual.

 

Setelah selesai pemaparan materi dari keempat narasumber selanjutnya masuk kepada sesi tanya jawab. Ada beberapa peserta yang memberikan pertanyaannya yang berkesempatan untuk hadiah voucher e-money sebesar 100 ribu rupiah.

  1.  Muhammad Rifki memberikan pertanyaan kepada Arief Wicaksono 

Q : Bagaimana cara membangun personal branding kita di media sosial?

A : Pertama tentukan jenis sukses yang kita inginkan, targetkan goal yang kita impikan, temukan ciri khas yang mencerminkan diri kita, Siapkan Alat untuk membantu kita, Dan yang paling penting adalah Konsisten

 

  1. Lidia Fitriani memberikan pertanyaan kepada Fadli Afriadi SP, MM 

Q : Pada saat ini ada ecommerce yang menyuruh kita untuk memverifikasikan akun kita dengan menggunakan ktp, Apakah hal tersebut bisa di percaya atau tidak?

A : Tergantung media yang kita gunakan, jika Ecommerce yang terpercaya saya yakin tidak ada masalah jika dimintai hal tersebut. Dan biasanya sudah ada pernyataan apakah kita bersedia untuk membagikan data diri kita atau tidak.

 

  1. Muhammad Ilham Romandes memberikan pertanyaan kepada Tika Mutia, S.I.Kom., M.I.Kom

Q : Bagaimana cara terbaik hati ini waswas Ketika kita ingin mengajukan sebuah maklumat kedalam internet, padahal kita mengisi berkasa dimasa sekarang ini semuanya berbau online, karena takut infonya di hack oleh orang orang jahat di dunia maya ini?

A : Kita harus saring terlebih dahulu karena jika sembarang mengisi terdapat jejak digital, oleh karena itu kita tetep harus cek terlebih dahulu apakah hal tersebut terpercaya atau tidak.

 

  1. Anisa dwicahyati memberikan pertanyaan kepada bapak Lukman Haqim, S.Pd

Q : Bagaimana cara kita menyikapi generasi muda yang terlena akan sosial media?

A : Kita yang sebagai orang tua berilah anak muda kesempatan, dan ajarkan cara menggunakan sosial untuk hal yang positive. Tetap beri ruang dan tetap di awasi kita sebagai orang tua.

 

Setelah sesi tanya jawab, masuk kepada sesi bincang-bincang moderator kepada Key Opinion Leader. Menurut @chachaannissa mengenai materi hari ini adalah, Sosial media bukan lagi menjadi media untuk menakuti orang lain dan jangan pernah berbuat jahat di sosial media karena jejak media di internet tidak akan pernah dihapus/ hilang. Pakailah sosial media untuk hal yang positive

 

Selesai acara webinar moderator menutup acara dengan mengucapkan terimakasih kepada para narasumber dan kepada para peserta webinar. Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!

Editor: M Ihsan Yurin

Terkini

Terpopuler