Atasi Wabah Covid-19, Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Dengarkan Pendapat Ahli Epidemiologi

Ahad, 11 April 2021 - 16:47 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat meninjau vaksinasi di Klinik Pratama DPD RI bersama Ketua Tim Vaksinasi dr Emirianti MARS dan Sekretaris Jenderal DPD RI Rahman Hadi.(DPD RI)

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyarankan pemerintah untuk perlu mendengarkan pendapat alternatif para ahli epidemiologi dalam menangani wabah Covid-19, agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi yang sudah berjalan setahun lebih ini.

"Pendapat para ahli perlu kita dengarkan agar kita bisa secepatnya keluar dari kasus wabah Covid-19 ini," tegas LaNyalla dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

LaNyalla mengutip menjelaskan ahli epidemiologi dari Griffith University di Australia Dicky Budiman yang menyatakan bahwa vaksin bukanlah solusi utama dalam mengatasi pandemi. 

Vaksin memang menunjang pengendalian Covid-19, namun protokol kesehatan dasar yang telah dibuat sebelumnya justru yang lebih utama.
 
Vaksin bukanlah jalan singkat untuk mengendalikan pandemi Covid-19. 

Banyak faktor yang memengaruhi dari program herd immunity. Di antaranya seperti resistansi pada vaksin, munculnya varian baru dan menurunnya efikasi vaksin.

Karena itu menurut LaNyalla, defisit vaksin karena dilakukannya embargo, perlu dilakukan langkah-langkah tepat guna menunjang pengendalian Covid-19. Salah satunya adalah seperti yang disarankan para ahli epidemilogi.

"Pola hidup sehat dan penerapan protokol dianggap paling efektif dalam mengendalikan wabah. Maka, kebiasaan baru itulah yang harus kita galakkan. Selain penyelesaian penyediaan vaksin tetap kita usahakan untuk memberikan proteksi dari dalam," saran senator dari Jawa Timur itu.

Menurut LaNyalla, masyarakatlah yang sesungguhnya sebagai ujung tombak perjuangan pertahanan diri. 

"Pada akhirnya, kita harus menyelamatkan diri kita dari serangan wabah. Jika semakin banyak individu yang memiliki kesadaran, maka semakin tinggi pula peluang kita lepas dari wabah," kata LaNyalla.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Terpopuler