BPJS Kesehatan akan Tambah Kerja Sama RS

Selasa, 14 April 2015 - 22:08 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (hr)-Dengan diintegrasikannya kepesertaan Jamkesda seluruh Riau ke Jaminan Kesehatan Nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan akan mencanangkan untuk menambah kerjasama dengan rumah sakit.
Penambahan ini untuk mencover layanan bagi peserta, sesuai dengan analisa kebutuhan. Demikian diungkapkan Kepala Divisi Regional II BPJS Kesehatan, Benjamin Saut PS, usai melakukan penandatangan MoU dengan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan Riau, beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, pihaknya mengapresiasi terhadap perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan. Dengan salah satu bentuk, yakni penintegrasian sebanyak 1,2 juta peserta Jamkesda ke JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.
"Diharapkan pada 2016 nanti seluruh peserta Jamkesda sudah terintegrasi, walaupun belum seluruh kabupaten kota, namun secara bertahap yang dimulai dengan Dumai," papar Ben.
Dijelaskannya, proses integrasi ini tentunya sesuai dengan validasi data yang dilakukan melalui Dinas Kesehatan. Karena seluruh peserta Jamkesda bisa terdaftar sesuai dengan by name by address. Adapun persiapan yang dilakukan dalam memberikan layanan, BPJS Kesehatan tengah mempersiapkan proses pencetakan kartu yang nantinya bisa langsung didistribusikan ke masing-masing peserta. Menyediakan FKTP, baik puskesmas, klinik maupun praktek dokter sebagai fasilitas Kesehatan tingkat pertama mulai dari tenaga maupun sarana pendukung.
"Kita tetap akan mengutamakan puskesmas bagi peserta PBI, dan jika ada daerah yang tidak memiliki puskesmas maka nanti akan diarahkan kepada klinik atau praktek dokter,"terang Ben sapaan akrabnya. Begitupula halnya, penambahan jumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Baik fasilitas tingkat pertama maupun lanjutan, karena dengan jumlah peserta yang bertambah tentu akan dibutuhkan penambahan rumah sakit sesuai dengan analisa kebutuhan.
Untuk jumlahnya rumah sakitny, Ben masih belum bisa memastikan. Karena sesuai dengan rate ocupasi didaerah tersebut, dengan melihat beberapa faktor pendukung jumlah tempat tidur yang dimiliki. Serta fasilitas lainnya tentu juga akan menjadi acuan untuk bisa melakukan kerjasama.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Plt Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin menuturkan bahwa  dengan berpindahnya seluruh peserta Jamkesda ke BPJS Kesehatan menuju kearah masyarakat Riau yang lebih baik. Dimana nantinya dengan kartu yang dimilikinya bisa berlaku diseluruh Indonesia, tidak seperti Jamkesda hanya sebatas wilayah Riau saja. Integrasi ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi dana yang dimiliki kabupaten kota.
"Integrasi ini diberikan kepada masyarakat tidak mampu, dalam hal sebagai penerima bantuan iurah (PBI) yang diberikan oleh pemerintah. Dengan mengintegrasikan sebanyak 1,2 juta peserta dengan dana yang disiapkan sebesar Rp101 Milyar,"ujar Zainal.(nie)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler