Tim Gugus Tugas Covid-19 Sayangkan Adanya Kelompok Penyebar Hoaks

Jumat, 12 Maret 2021 - 07:57 WIB
Juru bicara Gugus tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi (Istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau Indra Yopi menyayangkan adanya kelompok masyarakat yang masih tidak percaya dengan program vaksinasi yang telah dijalankan oleh pemerintah. Bahkan kelompok masyarakat tersebut menyebarkan hoax dan isu yang tidak benar tentang vaksinasi.

Dokter Indra Yovi menegaskan kepada masyarakat yang suka menyebarkan isu tersebut agar menghentikan isu-isu yang tidak benar di tengah masyarakat. Karena menurutnya isu tersebut dapat menyesatkan masyarakat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Mengenai vaksin covid-19 yang sudah dijalankan, masih ada kelompok masyarakat yang menyampaikan berita tidak benar mengenai vaksin. Vaksin ini mempunyai dua keuntungan utama walaupun vaksin Sinovac mempunyai kekebalan 63,6 persen, setidaknya kita mendapatkan perlindungan 63,6 persen tersebut, dan tidak nol,” tegas Indra Yopi, rabu (10/3/2021).

Menurut Indra, kelompok masyarakat yang menyebarkan isu tidak benar tersebut, tidak mengetahui apa keuntungan vaksin yang telah melalui uji laboratorium yang hasilnya baik, dan halal. Lebih baik menyampaikan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti aturan, daripada tidak berbuat sama sekali.

“Kelompok masyarakat yang masih juga menyampaikan berita tidak benar, agar tidak menyampaikan dan tidak menyebarkan berita yang tidak benar. Kalau tidak bisa mempertanggungjawabkan, itu tidak benar,” tegas Indra Yopi lagi.

Indra Yopi kembali mejelaskan bahwa setiap orang yang telah menerima vaksin dua kali, kekebalan tubuhnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin. Bahkan walaupun terkena covid-19 tidak sampai parah, dan pengobatannya lebih ringan.

“Jadi saya sampaikan lagi, seandainya orang yang sudah divaksin kena covid, di dalam teorinya gejalanya tidak berat karena ada perlindungan, tidak perlu ke ICU dan pakai ventilator dan jangan sampai meninggal. Jadi jangan menunggu patokan, jangan berpikir tidak kena covid. Prioritas umum masyarakat sudah bisa divaksin, kelompok masyarakat yang masih juga menyampaikan berita tidak benar, agar tidak menyampaikan dan tidak menyebarkan yang tidak benar,” tegasnya.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler