Kombinasi 3 Obat Ini Bisa Atasi Infeksi Virus COVID-19, Sudah Diuji di Hong Kong

Senin, 18 Mei 2020 - 14:43 WIB
Lopinavir-Ritonavir (ASLM)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Upaya menemukan obat anti virus Corona makin menunjukkan hasil. Ilmuwan di Hong Kong mengungkap riset kombinasi 3 obat bisa menyembuhkan pasien.

Dilansir dari Aljazeera seperti dilihat Senin (18/5/2020) tim ilmuwan di Hong Kong melakukan penelitian dengan melibatkan 127 pasien Corona. Mereka diberikan kombinasi dari 3 obat yaitu Liponavir-ritonavir, Ribavirin dan Interferon beta.

Liponavir-ritonavir adalah obat anti HIV, Ribavirin adalah obat hepatitis dan Interferon beta adalah obat sclerosis. Di luar 127 pasien ini, hanya diberikan Lopinavir-ritonavir.

Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal medis Lancet menunjukkan virus tidak muncul lagi 5 hari lebih awal dari yang tidak diberi kombinasi obat. Pasien dengan kombinasi obat, virusnya hilang setelah dirawat 7 hari. Yang tidak dikasih kombinasi obat, virus hilang setelah 12 hari.

"Percobaan kami menunjukkan pengobatan awal COVID-19 yang ringan sampai sedang, dengan kombinasi 2 antivirus, dengan cepat menekan jumlah virus pada tubuh pasien, mengurangi gejala dan mengurangi risiko untuk tenaga medis," kata Profesor Kwok Yung Yuen dari University of Hong Kong.

Riset dilakukan antara 10 Februari - 20 Maret 2020 di Hong Kong terhadap semua pasien yang positif COVID-19. Ada catatan bahwa para pasien tahu diberikan obat apa, namun tim ilmuwan menjamin tidak ada placebo atau obat kosong yang mendorong sugesti.

Yuen mengatakan, semua pasien mendapatkan standar pelayanan yang sama di RS supaya adil, hanya obatnya yang dibedakan. Yuen mengatakan riset ini perlu diuji dengan jumlah pasien yang lebih banyak dan pada kasus yang lebih berat.

Hingga saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba mencari obat atau vaksin yang ampuh untuk melawan COVID-19. Profesor Stephen Evans dari London School of Hygiene and Tropical Medicine ikut berkomentar.

"Pengalaman selama ini, HIV yang menyebabkan AIDS paling baik ditangani dengan kombinasi obat. Dan ini bisa juga begitu untuk COVID-19," kata dia.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler