Tudingan Sembilan Calon Ketua PSSI terkait Persiapan Kongres: Aneh

Jumat, 01 November 2019 - 14:16 WIB
Anggota forum sembilan calon Ketua Umum PSSI merilis deklarasi yang berisi tudingan keanehan jelang Kongres PSSI. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Sebanyak sembilan dari 11 orang calon Ketua Umum menganggap persiapan Kongres PSSI 2 November tidak wajar dan merugikan mereka.

Sembilan calon ketua umum PSSI tersebut yakni, Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong, dan Sarman El-Hakim.

Mereka merilis deklarasi yang berisi 10 pernyataan, termasuk indikasi keanehan karena PSSI tidak melakukan sosialisasi tata cara pemilihan di kongres. Selain itu tidak ada medium antara calon ketua dengan pemilik suara untuk menyampaikan visi dan misi mereka setelah debat terbuka yang sebelumnya dijadwalkan Komite Pemilihan (KP) dibatalkan sepihak.

Bahkan dalam isi deklarasi lainnya, sembilan calon ketua itu menyebut ada indikasi kuat 'operasi senyap' dari beberapa oknum Exco PSSI untuk memenangkan salah satu calon ketua di kongres. Selain itu, tercium adanya aroma kental permainan uang antara salah satu calon ketum dengan pemilik suara.

"Jika sudah begini, maka federasi kita, PSSI dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan dalam kondisi bahaya. Akan makin parah jika tidak ada perbaikan untuk menuju perubahan," sebut Fary sebagai juru bicara dalam konferensi pers di Fx Senayan, Jumat (1/11/2019).

"Kami mengimbau kepada semua voters untuk menggunakan hati nurani. Mari bergandeng tangan dengan hati yang tulus, dengan cinta untuk membawa sepak bola Indonesia menjadi lebih baik," sebut Fary.

Selain itu, forum sembilan calon ketua PSSI juga mengimbau kepada FIFA untuk mengobservasi kongres supaya berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. Begitu juga dengan pemerintah yang diminta untuk membuka mata untuk mengawal dan mengawasi betul gelaran KLB pada Sabtu (2/11).

"Kami sepakat untuk maju dalam bursa calon Ketua PSSI tanpa ada gerakan money politic. Ini komitmen kami, karena kami mencium adanya indikasi money politic. Kami tidak menarik diri dari kongres tapi melihat dinamika yang terjadi jelang dan pada saat kongres digelar menit per menit," jelasnya.


KP Pertanyakan Pernyataan Sembilan Calon Ketua Umum

Sementara itu Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI Syarif Bastaman mempertanyakan pernyataan yang dilemparkan dalam forum sembilan calon Ketua PSSI tersebut. Syarif menantang sembilan calon tersebut untuk memberi tahu letak kesalahan dalam proses yang dilakukan KP selama ini.

"Mohon kalau benar cinta dengan PSSI, bertanggung jawablah, gunakan hak dipilih dan memilih dengan baik. Karena ini di ranah olahraga, jadi harus sportif. Kita hidup di negara hukum, jadi jangan melanggar aturan hukum. Kalau saya dianggap melanggar hukum, saya tantang di mana letak salahnya," tegas Syarif.

Syarif menjelaskan rundown KLB sudah dikirimkan melalui surat elektronik resmi masing-masing calon sejak tiga hari yang lalu. Termasuk hal-hal yang perlu dipersiapkan, yakni identitas calon yang tidak bisa diwakilkan. Syarif juga memastikan pemilik suara yang tidak sesuai ketentuan bakal dicoret agar tidak menyalahgunakan hak dalam kongres.

"Kalau mereka buat seperti ini karena tahu tidak akan menang di kongres, terus mereka mau boikot artinya mereka childish," sebutnya.**
 

Editor: AA Rahman

Terkini

Terpopuler