Pemda Pertanyakan Sumber Dana Investasi

Rabu, 25 Maret 2015 - 11:08 WIB
ilustrasi

BAGANSIAPIAPI (HR)- Guna mengetahui keseriusan para investor yang hendak berinvestasi di Rokan Hilir, Pemkab terpaksa menanyakan sumber dana investasi dan melakukan ekpos potensi daerah. Dengan demikian, tidak semua pengusaha yang berminat menanamkan investasi di daerah akan diterima.

Hal ini dikarenakan meski selama ini banyak pengusaha yang ingin berinvestasi di Rokan Hilir, namun tidak semuanya terealisasi. Agar tidak sia-sia, maka sejak dini Pemkab terpaksa menanyakan sumber dana investasi.

 "Kita menanyakan dari mana asal sumber dana ekspansi usaha mereka hanya untuk melihat dan mengetahui sejauh mana keseriusan mereka dalam berinvestasi di Rokan Hilir," ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Rokan Hilir, Indra Putra Yana, Selasa (24/3).

 "Kemarin juga ada investor yang mau membangun pabrik kelapa sawit di Bangko Pusako dan Batu Hampar. Untuk mengetahui potensi kedua daerah itu, kita lakukan ekspos potensi daerah," ujarnya.
 Indra Putra Yana mengatakan, untuk membangun sesuatu perlu ditinjau rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan apakah lokasi itu termasuk dalam hutan kawasan atau tidak. Untuk mengetahui itu, perlu melibatkan Badan Pertanahan.

Apalagi rencana pembangunan yang akan diwacanakan oleh para investor meliputi beberapa sektor seperti perkebunan, perikanan darat, manufaktur dan sektor lainnya.

"Yang lama biasanya pada saat proses pengurusan membuat sertifikat tanah. Kira kira mencapai 3 bulan," kata Indra.

Dikitakan Indra, iklim usaha di Rokan Hilir berbeda dengan Singapura. Di sana kalau membangun usaha, mendapat dukungan dari masyarakatnya. Sedangkan di sini, Pemkab harus melalui pertimbangan dan juga butuh sosialisasi kepada masyarakat karena khawatir ada penolakan dari masyarakat setempat.

"Saya meyakini baik pemerintah pusat maupun daerah tidak pernah menghambat keinginan investor. Namun ada prosedur yang harus dilalui sehingga membuat lamanya administrasi," katanya. (zmi)

Editor:

Terkini

Terpopuler