RPK APP-Sinar Mas Forestry Bantu Padamkan Karhutla di Teluk Meranti dan Serapung Pelalawan

Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:55 WIB
Tim RPK PT SPA (APP-Sinar Mas Fotestry) membantu pemadaman di hutan perbatasan Desa Serapung dan Pulau Muda, Pelalawan, Selasa (20/8/2019).

RIAUMANDIRI.CO, PELALAWAN - Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SPA (APP-Sinar Mas Fotestry) dan dibantu Heli Superpuma PK DAN APP-Sinar Mas, membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar lahan konsesi perusahaan, Selasa (20/8/2019).

Kebakaran terjadi di kawasan hutan desa yang berbatasan antara Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar dan Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. 

Budi Mulya, DM PT SPA Distrik Serapung, kepada media menjelaskan, hasil deteksi dini melalui tim patroli darat, dugaan titik api muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut dia, tim deteksi api dan patroli perusahaan bekerja setiap hari untuk memantau api di luar lahan konsesi maupun dalam konsesi. 

Tim RPK PT Arara Abadi, APP-Sinar Mas Forestry sampai hari ini, Selasa (20/8/2019), masih melakukan pemadaman karhutla di Teluk Meranti.

"Tadi siang tim patroli melaporkan bahwa ada api yang berada sekitar 350 meter dari pinggiran konsesi kita. Kita telah kirimkan personel lima regu (47 orang), regu pemadaman lengkap dengan peralatan karena dugaan ancaman api terhadap konsesi," ujar Budi.

Ditambahkannya, saat bersamaan dengan turunnya tim darat ini, pihaknya sudah meminta kepada FOM (Fire Operations Management) di Perawang untuk melakukan bantuan pemadaman melalui udara, dan dia juga melihat Heli Superpuma dari Perawang sedang melakukan water bombing

"Memang kondisi areal sangat rawan, di samping cuaca panas dan lebih 1 minggu tidak hujan disertai juga hembusan angin relatif kencang karena dekat dengan pinggiran laut di Semenanjung Kampar," ungkap Budi Mulya. 

Heli Superpuma PK DAN APP-Sinar Mas membantu pemadaman di luar lahan konsesi di hutan, perbatasan Desa Serapung dan Pulau Muda, Selasa (20/8/2019).

Pimpinan FOM APP-Sinar Mas Perawang, Deny Wijaya, ketika ditanya kondisi riil pemadaman APP-Sinar Mas menjelaskan, pada saat ini secara keseluruhan konsesi perusahaan serta mitra relatif aman.

"Kita lebih banyak mem-backup dan membantu pemadaman di luar konsesi kita dan mitra, ada beberapa tempat. Ada empat tempat, di Teluk Meranti (Pelalawan), Junjangan (Inhil), Serapung (Pelalawan) dan Desa Merbau, Bunut Pelalawan. Sampai saat ini masih berlangsung bantuan pemadaman oleh tim kita, yang kita turunkan 7 regu (68 orang) di empat firespot tersebut. Rata-rata lokasi firespot tersebut daerah terbuka dan ada yang berdekatan dengan laut, salah satu tantangan tim kita adalah hembusan angin," ungkap Deny Wijaya.

Sementara itu, Kapolsek Kuala Kampar AKP Syafnil Tanjung dan Kepala BPBD Pelalawan Hadi Pinandio melalui pesan singkat dan telepon menyampaikan terima kasih atas bantuan dari perusahaan PT SPA (Mitra APP-Sinar Mas) dalam penanganan karhutla di hutan Desa Serapung maupun membantu pemadaman yang sedang berlangsung oleh PT Arara Abadi di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Tim RPK PT Arara Abadi, APP-Sinar Mas Forestry sampai Selasa (20/8/2019), masih melakukan pemadaman karhutla di Teluk Meranti.

Hadi menyampaikan kepada media, mereka mendapat informasi bahwa ada titik api di luar konsesi perusahaan, tim darat dari perusahaan dan Heli WB Perusahaan (PT AA, APP-Sinar Mas Forestry) telah turun membantu pemadaman di Teluk Meranti.

"Kebakaran di Serapung ini, mereka (PT SPA. APP-Sinar Mas Forestry) telah turun langsung memadamkan, Alhamdulillah dan terima kasih kita apresiasi kepada perusahaan yang telah memadamkan, karena kalau diharapkan dari kabupaten mungkin tidak terjangkau," ujar Hadi. 

Hadi menambahkan, siapapun dia, dari lembaga manapun dia, jika terpantau titik api baik dekat konsesi maupun desa sekitarnya, sesuai komitmen beberapa bulan lalu punya kewajiban membantu pemadaman, bagi perusahaan yang membantu pemadaman diapresiasi. 

Tim RPK PT SPA (APP-Sinar Mas Fotestry) membantu pemadaman di hutan, perbatasan Desa Serapung dan Pulau Muda, Selasa (20/8/2019).

"Tanggung jawab ini tidak hanya perusahaan tapi juga masyarakat," pungkas Hadi.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler