Dianggap Nakal Kelewat Batas, Siswa Kelas 1 SD Ini Dikeluarkan dari Sekolah

Senin, 17 September 2018 - 15:15 WIB
AS Siswa SDN 10 Pulau Busuk yang diduga dikeluarkan pihak sekolah karena kelewat nakal (Foto: RMC/Suandri)

RIAUMANDIRI.CO, TELUK KUANTAN - Salah satu murid Sekolah Dasar Negeri 10 Pulau Busuk Jaya, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), AS (8) dikeluarkan dari sekolahnya. Setelah bersekolah selama dua minggu, bocah yang duduk di bangku kelas satu ini, dianggap nakal dan tidak bisa lagi didik.

Saban (40) orang tua AS saat dikonfirmasi Riaumandiri.co, Senin (17/9/2018) mengaku tak terima dengan keputusan pihak sekolah yang telah mengeluarkan anaknya secara lisan yang dianggap nakal. Ia sudah meminta pihak kepala sekolah untuk memberi kelonggaran agar anaknya bisa dibina dan bisa sekolah lagi.

“Waktu itu kami orang tua dipanggil oleh pihak sekolah, yakni Kepala Sekolah. Waktu itu kepala sekolah mengatakan bahwasanya anak kami telah memukul teman satu kelasnya. Dan Kepsek mengatakan kepada kami bahwasanya pihak sekolah tidak mampu lagi mendidik dan membina anak kami." ujar Saban.

Dikatakan Saban, dengan adanya pernyataan pihak sekolah itu, menurutnya pembinaan dan pendidikan bagi siswa nakal merupakan kewajiban pihak sekolah serta pihak orang tua murid.

"Itukan kewajiban pihak sekolah, jadi jangan main dikelurakan saja. Sementara Kepsek juga pernah bilang, baju sekolah yang telah kami ambil tidak usah dibayar. Bahkan saya juga pernah meminta surat pengeluaran anak saya, namun pihak sekolah sampai saat ini belum mengeluarkan surat tersebut," terangnya.

Sementara itu, Kepsek SD Negeri 10 Pulau Busuk Jaya, Taslim saat dihubungi Riaumandiri.co, melalui telepon selulernya menbantah bahwa pihak sekolah mengeluarkan AS dari sekolahnya. Namun ia mengatakan bahwasannya pihak sekolah tidak mampu lagi membina dan mendidik bocah itu.

"Anak ini sering memukul teman satu lokalnya, selain itu dia pernah meludahi guru sekolahnya," ucap Kepsek.

Terkait pemukulan ini pihak sekolah pernah memanggil dan membicarakan kepada orang tua murid dan menerangkan kelakuan-kelakuan AS saat di sekolah. Dan pihak sekolah meminta agar wali murid dapat mendampingi AS dalam proses belajar mengajar di sekolah, sebaliknya apabila wali murid tidak mendampingi maka pihak sekolah tidak mengizinkan AS untuk masuk sekolah.

"Ya, saya sudah meminta kepada orang tua murid untuk mendampingi anak itu di sekolah, namun besok pagi orang tua murid dan AS tidak datang kesekolah." pungkasnya.

Reporter: Suandri

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler