Pernyataan Kapolri Bisa Memicu Disintegrasi Bangsa

Rabu, 31 Januari 2018 - 17:46 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR Endang Maria Astuti menilai pernyataaan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyebutkan Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan dua ormas pendiri bangsa Indonesia, dan ormas Islam lainya justru ingin meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa memicu disintegrasi bangsa.
 
“Boleh Kapolri menggandeng NU dan Muhamadiyah, tetapi jangan dengan kata-kata ormas Islam yang lain tidak perlu. Ormas Islam lain juga berkontribusi besar terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia,” tegas Endang di Gedung DPR RI, Rabu (31/1/2018).
 
Menurut dia, banyak ormas Islam Indonesia, seperti Syarikat Islam, Mathlaul Anwar, Perti, LDII dan Nahdatul-Wathan dan banyak lagi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. 
 
”Kita khawatir pernyataan Kapolri tidak menambah simpati umat Islam, tetapi sebaliknya antipati. Lalu menuding umat Islam penggerak disintegrasi, anti kemapanan. Itu yang harus dirangkul sehingga mampu menjaga NKRI dan integrasi bangsa sehingga tak muncul lagi kelompok-kelompok teroris di Indonesia,” ujarnya.
 
Politisi Golkar ini mempersilakan Kapolri memberi prioritas perlakuan kepada dua ormas Islam terbesar di Tanah Air itu, tapi yang lain juga dirangkul. 
 
"Mestinya Kapolri bisa memberdayakan ormas-ormas Islam yang ada sehingga kerukunan umat beragama bisa terjamin," ujarnya.
 
Pernyataan Kapolri Tito Karnavian dinilainya justru banyak memicu sakit hati ormas-ormas yang ada. "Mestinya Kapolri melakukan klarifikasi atas pernyataannya sehingga ormas-ormas yang ada bisa memahami kondisi bangsa ini. NKRI kan harga mati, tidak hanya menjadi urusan satu atau dua ormas, tetapi tanggungjawab seluruh elemen bangsa,” tegas anggota Komisi VIII yang membidangi keagamaan ini.
 
Menurut Endang, pernyataan Kapolri itu disampaikan di depan para ulama kemudian viral dan banyak yang menanyakan kepadanya serta menyayangkan pernyataan orang nomor satu di korps bayangkara tersebut.
 
“Harusnya Kapolri bisa merangkul semua golongan dan membuat sejuk, semua ormas diberdayakan. Tidak sedikit ormas yang sebetulnya baik, namun karena dipandang sebelah mata, perbuatan baiknya tidak terlihat. Karena itu bagaimana membangkitkan dan memunculkan hal-hal baik supaya dijaga dan menjadi lebih baik lagi,” sarannya. 
 
Reporter:  Syafril Amir
Editor:  Rico Mardianto

Editor:

Terkini

Terpopuler