Tak Ada Biaya, 2 Pemuda Jadi Sarjana

Kamis, 16 Maret 2017 - 08:45 WIB
Muhammad Effendi (kiri) dan Mifta Rifai (tengah) dan Rivaldo (23) mendapatkan beasiswa ikatan Dinas dari PT RAPP di Instiper Yogyakarta.
PANGKALAN KERINCI(riaumandiri.co) - Kata menyerah tidak ada dalam kamus hidup dua pemuda Riau ini. Terbatasnya biaya, banyaknya cemoohan warga untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi tidak membuat mereka mengurungkan niat untuk berkuliah. 
 
Salah satu cara Muhammad Efendi (24) dan Mifta Rifai (23) adalah dengan mencari beasiswa. Doa dan usaha untuk mendapatkan beasiswa pun dikabulkan Yang Kuasa. Mereka akhirnya memperoleh beasiswa untuk berkuliah di Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.
 
Efendi, sapaan akrabnya pemuda asal Pulau Padang, Kabupaten Teluk Meranti, Provinsi Riau ini sempat dicemooh warga ketika mencoba tes beasiswa Instiper tahun 2011. Namun ia tak patah arang karena dukungan orang tua yang terus ia dapatkan demi cita-cita untuk melanjutkan pendidikan.
 
"Ada yang mengejek, ada yang menghasut supaya tak ikut karena menurut mereka tak bermanfaat. Tapi saya tidak hiraukan karena saya ingin kuliah, ingin membantu orang tua yang saat itu bekerja serabutan," ujar anak ketiga dari sembilan bersaudara ini.
 
Doa dan dukungan orangtua akhirnya mengantarkan alumni SMAN 1 Merbau ini meraih beasiswa Instiper Yogyakarta. Ia merupakan satu-satunya penerima beasiswa dari Pulau Padang tahun 2011 silam. Beasiswa ini merupakan beasiswa ikatan dinas dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
 
"Saya sangat bersyukur mendapatkan beasiswa dari PT RAPP, karena biaya pendidikan dan biaya hidup semuanya ditanggung. Setelah saya selesai kuliah tahun 2015, saya pun langsung bekerja di PT RAPP sebagai peneliti di Departemen Research and Development bagian Plantation Management Improvement," ujarnya.
 
Selain Efendi, Miftah (23), pemuda asal Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung, Kabupaten Kampar masih tak percaya dirinya mendapatkan beasiswa dan telah bekerja di PT RAPP sebagai Asisten di Departemen Water Management. 
"Sampai sekarang pun saya tak menyangka bisa bekerja di PT RAPP. Saya bersyukur dan bangga apa yang telah diperoleh hingga saat ini," ujarnya.
 
Direktur RAPP, Rudi Fajar mengatakan setiap tahun perusahaan yang pulp dan kertas ini memberikan kesempatan kepada putra-putri di Kabupaten Pelalawan, Siak, Kuantan Singingi, Kampar, dan Kepulauan Meranti yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan Tinggi di Instiper Yogyakarta dan Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung.
 
Selama proses pendidikan berlangsung, biaya hidup dan pendidikan para siswa penerima beasiswa akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan dan dipantau perkembangan belajarnya secara rutin.
 
Setiap tahunnya, manajemen RAPP akan melakukan kunjungan rutin ke setiap kampus guna memberikan motivasi dan melihat perkembangan siswa. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program pengenalan industri RAPP secara bertahap. Setelah lulus, lanjut Rudi, mereka akan bekerja di RAPP.
 
Apa yang diberikan perusahaan sesuai dengan prinsip pendiri perusahaan, Sukanto Tanoto dalam menjalankan bisnisnya yakni baik untuk masyarakat (community), negara (country), iklim (climate) dan perusahaan (company). "Dengan pemberian beasiswa ini, perusahaan turut ambil andil dalam mewujudkan cita-cita para siswa di daerah operasional perusahaan sebagai salah satu bentuk komitmen dalam memajukan pendidikan," katanya. 

Editor:

Terkini

Terpopuler