Masyarakat Kembali Blokir Jalinsum

Rabu, 10 Desember 2014 - 21:25 WIB
Masyarakat lima kecamatan di Kabupaten Madina memblokir Jalinsum yang menghubungkan Sumbar-Sumut tepatnya di Desa Pasar Maga, Selasa (9/12).

 

Panyabungan (HR)- Masyarakat lima kecamatan sekitar lembah Gunung Sorik Marapi, tergabung dalam wadah Forum Masyarakat Sorik Marapi  kembali melakukan penolakan keberadaan perusahaan tambang panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power, dengan melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), di Desa Maga,Sumatera Utara, Selasa (9/12) hingga malam.
Aksi pemblokiran Jalinsum yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Sumatera Barat sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Kini ribuan massa Forum Masyarakat Sorik Marapi kembali memblokir Jalinsum yang berada di Desa Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi, sekaligus melakukan zikir akbar, dengan pengawalan ketat Polisi, Brimob dan TNI.
Pantauan wartawan, pemblokiran jalan dimulai sejak pukul 09.00 WIB, dengan melakukan aksi doa dan dzikir bersama di Pasar Desa Maga, tepatnya di badan Jalinsum dihadiri Kapolres Madina, AKBP Bony JS Sirait, Sik, Dandim 012 TS Padangsidempuan. Massa melakukan pemblokiran dengan menutup jalan dengan ban bekas, memakai keranda jenazah serta pepohonan yang dilintangkan di badan jalan.
Lalu lintas lumpuh total, kemacetan dari kedua sisi jalan hendak menuju Sumbar atau Sumut mencapai puluhan kilo. Kemacetan hingga malam hari.
Mahdi perwakilan dari Forum Masyarakat Sorik Marapi dikonfirmasi wartawan di sela  aksi doa dan dzikir mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap aktifitas PT SMGP di wilayah Gunung Sorik Marapi.
Mahdi berharap pemerintah daerah Kabupaten Madina yang dipimpin Bupati Drs Dahlan Hasan Nasution agar mencabut izin operasional perusahaan tambang panas bumi tersebut, karena masyarakat keberatan dengan kedatangan PT SMGP.
“Kami sangat mencintai lingkungan serta alam, dan kami tidak mau menerima resiko atau efek negatif yang nantinya ditimbulkan oleh perusahaan tambang panas bumi ini “ ujarnya.
Apabila aksi yang dilakukan tidak mendapat perhatian atau respon dari pemerintah, maka untuk ke depannya akan melakukan aksi yang lebih besar.
Menanggapi hal ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri Madina, Saparuddin Haji menyatakan melihat polemik PT SMGP atau OTP di masyarakat yang sudah mencapai titik nadir dengan melakukan aksi pemblokiran Jalinsum, pemerintah pusat cq Menteri ESDM harus arif dan bijaksana dengan mencabut izin PT SMGP di bumi gordang sambilan ini.
Di tengah warga Desa Maga yang sedang melakukan aksi, Saparuddin mengapresiasi kehadiran Kapolres Madina, Bony JS Sirait, Sik dan Dandim 012 Padangsidempuan, dan menyesalkan ketidakhadiran Bupati Madina, pejabat yang berkompeten serta anggota DPRD Madina.
Humas PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Rani ketika di konfirmasi terkait aksi masyarakat lima kecamatan ini meminta wartawan untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan. (anl/ivi)

Editor:

Terkini

Terpopuler