Selamat Jalan, Ayah Sani

Sabtu, 09 April 2016 - 10:25 WIB
Gubernur Kepri, H Muhammad Sani

TANJUNGPINANG (riaumandiri.co)-Duka mendalam dirasakan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Hal itu menyusul wafatnya Gubernur Kepri, H Muhammad Sani dalam usia 74 tahun, Jumat (8/4) sekitar pukul 15.15 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Sani menghadap kepada Ilahi karena sakit.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengaku, sebelum meninggal, Sani sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di Singapura.  

"Beliau kemarin sempat sakit dan dilarikan ke rumah sakit di Singapura, sekitar 4 hingga 5 hari.

Selamat Jalan
Namun, sepertinya beliau memaksakan diri untuk mengikuti rapat gubernur dan wakil Gubernur bersama presiden, Jumat ini. Padahal, seharusnya beliau istirahat dulu di Singapura," ujarnya.

Sesampainya di Jakarta, kondisi Sani tiba-tiba menurun dan dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Mulyo.
"Beberapa saat dirawat, akhirnya dokter rumah sakit menyatakan Pak Gubernur meninggal," ungkap Jumaga.

Kabar duka itu menyebar. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presdien, Jusul Kalla pun turun melayat almarhum di Rumah Sakit Abdi Mulyo. Wakil Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menyambut kedatangan pelayat yang datang dari berbagai kalangan didampingi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri, Isdianto.

Tampak Panglima Komando Strategi Angkatan Daerah (Pangkostrad) Edy Rahmayadi, Bupati Bintan, Apri Sujadi, Bupati Anambas, Abdul Haris, Anggota DPRD Batam, Ruslan Pasole, Drs. Syamsul Bahrum dan sejumlah pejabat penting Kepri lainnya.

Kabag Humas Pemprov Kepri Rizal mengatakan, jenazah Ayah Sani Jumat malam langsung diterbangkan dari Jakarta ke Tanjungpinang. Selanjutnya dibawa ke rumah duka, Jalan Cempedak, Tanjungpinang.

Selanjutnya, pada pagi ini (Sabtu, 9/4) jenazahnya disemayamkan di Gedung Daerah Tanjungpinang sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jalan Gatot Subroto, KM 5 Bawah, Tanjungpinang.

Sebelumnya masyarakat Kepri juga kehilangan putra terbaiknya. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Robert Iwan Lorioux, 4 Februari 2016 lalu, meninggal dunia karena serangan jantung.

Kabar meninggalnya Sani cukup mengejutkan masyarakat. Masyarakat yang menerima pesan tentang berita duka itu langsung mengecek kebenaran ke sejumlah pihak yang dianggap tahu tentang infromasi tersebut.

"Saya awalnya tidak percaya. Kaget juga. Tapi setelah saya cek ke orang-orang dekat Pak Sani, mereka membenarkan," ungkap Hubertus LD, salah satu pendukung Sani-Nurdin dalam Pemilihan Gubernur Kepri 2015 lalu.
Ia mengaku merasa sangat kehilangan atas kepergian putra terbaik Kepri ini. Katanya, jarang sosok seperti almarhum. "Pak Sani itu baik, bijak dan mengayomi," kata Hubertus mengenang H. Muhammad Sani.

Berita meninggalnya Sani juga heboh di media sosial. Di jejaring sosial facebook, para facebooker ramai-ramai menyampaikan ucapakan bela sungka atas kepergian Sani.

"Innalillahi wainnailihi rozhiun,kami dr jajaran GEMA MINANG ikut berduka atas berpulangnya kerahmatullah GUB KEPRI Bpk M SANI,semoga amal ibadah beliau diterima di sisi allah saw dn keluarga yg ditinggal tabah selalu,amin," tulis Yuhendri, Ketua Generasi Muda Minang (GEMA MINANG) Kota Batam.

Hal yang sama juga disampaikan DPD KNPI Kepri, serta anggota DPR RI, Nyat Kadir. "Selamat jalan Bang semoga amal ibadah Abang diterima Allah SWT, Amin," tulis Nyat di laman Facebooknya.

Mengenang Sani
Kepergian Muhammad Sani meninggalkan banyak memori di benak anak buah, kerabat dan seluruh masyarakat Kepri. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepri, Buralimar mengenang Sani sebagai sosok yang tidak pernah tua dan tidak pernah lelah bekerja dan mengabdi untuk kesejahteraan Kepri.
"Daya ingatnya luar biasa, tidak pernah lupa. Luar biasa," ujarnya.

Meski sudah berusia sepuh, namun almarhum Muhammad Sani tidak pernah lupa dengan apa pun tugas yang diberikan kepada stafnya. Ia selalu mengecek apakah stafnya mengerjakan yang diminta pada waktu-waktu selanjutnya.

Buralimar juga mengenang Muhammad Sani sebagai seseorang yang memiliki semangat tinggi. Gubernur tidak pernah lelah untuk "blusukan" ke pulau-pulau kecil untuk mengecek pembangunan infrastruktur di pesisir, juga demi menjalin silaturahmi dengan masyarakat.
Satu nasehat Muhammad Sani yang selalu diingat Buralimar, "walking, learning, and good relationship by heart".

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengenang Gubernur Muhammad Sani sebagai pelatih yang tidak pernah letih mengabdi. "Pak Sani adalah mentor dan 'coach' yang tidak pernah pensiun dan mengabdi sampai akhir hayatnya," kata Guntur.

Terbukti, di akhir hayatnya, Gubernur tetap bertekad menghadiri pertemuan kepala daerah di Jakarta. Meski akhirnya Muhammad Sani merasa sakit hingga dilarikan ke rumah sakit.

Untung Sabut
Di masa hidupnya, Muhammad Sani menjadi aspirasi banyak pihak. Sani memulai karier sebagai pegawai rendahan di Kecamatan Bintan Timur yang kerjanya hanya membuat amplop, kemudian pelan-pelan kariernya terus menanjak hingga menjadi camat, bupati, hingga gubernur dua periode.
Kakek enam cucu itu menganggap hidupnya penuh dengan keberuntungan. Bagai Untung Sabut, sesuai dengan judul biografinya yang diluncurkan 15 Mei 2011.
Untung sabut bermakna tidak ada orang yang dapat menghindar dari takdir, dan manusia mau tidak mau harus akur dengan takdir.
Sani lahir dari keluarga tergolong miskin di Parit Mangkil, Desa Sungai Ungar, Tanjungbatu Kundur, Karimun, Kepulauan Riau pada 11 Mei 1942.
Dalam peluncuran buku, sekira lima tahun lalu itu, Sani menjabarkan keberuntungan demi keberuntungan yang dialaminya.
Misalnya saja, saat patah semangat karena tidak mampu membayar uang sekolah, seorang guru ilmu ukur sudut (matematika), Simanjuntak, datang ke rumah dan membujuk supaya sekolah lagi tanpa dipungut biaya.


Semasa hidupnya, Sani menduduki banyak jabatan, antara lain Camat Mandau (1973-1976), Kabag Personalia Kantor Wali Kota Pekanbaru (1976-1978), menyelesaikan studi kesarjanaan di Institut Ilmu Pemerintahan, Jakarta (1978-1980) kemudian  menjadi Camat Bintan Timur (1980-1982), Wali Kota Tanjungpinang (1985-1993), Sekretaris Daerah Kodya Batam (1996-1999), Bupati Karimun (2001-2005), Wagub Kepri (2005-2010). (cw99/eza/ant)

Editor:

Terkini

Terpopuler