Alami Abrasi Terparah

Rabu, 06 April 2016 - 08:03 WIB
abrasi

BANTAR (riaumandiri.co)- Camat Rangsang Barat Drs H Said Jamhur mengungkapkan, dua desa di wilayahnya yakni Desa Anak Setatah dan Desa Permai mengalami abrasi terparah setiap tahunnya. Dijelaskannya, setiap tahun, hampir 10 meter daratan dari ke dua desa tersebut digerus ombak dan akhirnya ditelan lautan.

Akibatnya juga cukup mengenaskan, Kencangnya abrasi yang terjadi memaksa masyarakat sepuluh tahun sekali harus pindah rumah. Ini akibat hebatnya tanah yang tergerus ke laut hantaman ombak yang datang dari Selat Malaka itu.

 "Untuk itu Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat harus melakukan aksi untuk mengatasi bencana alam tersebut,” ungkapnya saat menggelar kegiatan Musrenbang kecamatan di Bantar baru-baru ini.

Camat ini mengakui kalau dua desa itu juga telah dikunjungi oleh berbagai pejabat dari Kementerian Pedesaan dan Daerah Tertinggal (PDT) dan juga dari departemen lainnya tahun lalu.

Dikatakan Said Jamhur, kondisi abrasi di Desa Permai misalnya, dimana Tajung Motong saat ini sudah semakin genting. Daratan yang ada telah berbentuk leher angsa itu dikhawatirkan akan terputus. Jika terus dibiarkan maka tidak lama lagi Pulau Rangsang-pun di Desa Permai ini akan menjadi lautan.

 Artinya, pulau tersebut akan terbelah  dan tentunya akan menghilangkan Desa Permai dan dusun-dusun yang ada.   Untuk itu diharapkan uluran tangan pemerintah provinsi dan juga pusat, sehingga bencana abrasi yang terus menggerogoti daratan Pulau Rangsang ini bisa dihentikan.

Seperti pembangunan batu pemecah ombak, atau batu beronjong dan juga pembangunan tanggul untuk mengatasi tingginya intrusi air laut.

 Ditambahkannya, intrusi air laut yang menggenangi lahan masyarakat baik lahan pertanian maupun perkebunan saat ini semakin meluas. Akibatnya banyak tanaman kehidupan masyarakat menjadi layu dan mati akibat rendaman air asin. “Ini juga persoalan serius yang dihadapi masyarakat umumnya di Pulau Rangsang,” ucap dia lagi.(jos)

Editor:

Terkini

Terpopuler