MPR: Putra Daerah Punya Kesempatan Sama

Sabtu, 27 Februari 2016 - 08:00 WIB
Ilustrasi

MANOKWARI (riaumandiri.co)- Wakil Ketua Pimpinan Badan Sosialisasi MPR Bachtiar Aly menegaskan putra daerah termasuk Papua punya kesempatan sama untuk duduk di pemerintahan pusat. Bachtiar menyebut tidak ada perlakuan berbeda terhadap putra daerah.

"Begitu pula dengan pejabat eselon I dari daerah mempunyai kesempatan yang sama untuk menduduki posisi tinggi di pusat," kata Bachtiar dalam diskusi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Manokwari, Papua Barat, Jumat (26/2).

Penegasan ini disampaikan Bachtiar menanggapi pertanyaan salah satu peserta diskusi. Warga Manokwari tersebut menyinggung soal kesetaraan kesempatan putra daerah berkiprah di pemerintahan pusat.

"Kami sangat sulit untuk menempati posisi-posisi di pusat (Jakarta). Putra Papua Barat juga warga negara Indonesia," ujar warga Manokwari tersebut dalam diskusi di Hotel Aston.

Bachtiar mengakui ikut merasakan kegelisahan soal kesempatan bekerja di posisi penting pemerintah bagi putra daerah.
"Saya berasal dari Aceh, saya juga merasakan tidak mudah bagi orang daerah untuk menduduki jabatan eselon di Jakarta. Untuk mendapatkan posisi tersebut memang diperlukan lobi-lobi politik. Contohnya adalah bagaimana putera daerah Sulsel yang bisa ada di posisi tersebut karena lobi Jusuf Kalla," katanya.

Agar putra daerah tetap mendapat perhatian, Bachtiar menawarkan solusi kepada Pemda Papua Barat untuk membuat daftar putra daerah yang berprestasi untuk diusulkan mendapatkan kesempatan bekerja di kementerian/lembaga.

"Soal SDM itu, maka dilisting saja nama-namanya siapa saja yang berprestasi. Langsung saja kirim ke presiden. Karena presiden kan juga lagi memperhatikan Papua. Tapi untuk prosesnya harus tetap melalui tahap seleksi," ujar Bachtiar yang juga Ketua Fraksi NasDem di MPR ini.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengaku sepakat dengan usulan yang diberikan. MPR ditegaskan Oesman akan ikut berperan mendorong majunya putra-putra daerah untuk menduduki posisi strategis sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.

"Jadi begini, hargai pandangan orang daerah. Bahwa nanti ada pertimbangan-pertimbangan, tapi sudah mendengar. Jangan anggap sepele, itulah gunanya ada perwakilan daerah untuk mewakili aspirasi daerah," tutur Oesman.

Sedangkan Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi berharap wacana memberdayakan putra daerah berprestasi segera terwujud. Tapi daftar nama baru akan dibuat bila sudah mendapat kepastian posisi lowong yang bisa diisi.

"Saya tidak akan membuat daftar nama kalau tidak ada tempat. Satu hal yang pasti adalah tidak ada kepastian di negara ini," ucap dia.

Abraham dalam diskusi memang mengungkapkan kekecewaannya soal putra-putra daerah yang tidak 'dilirik' untuk ikut membantu pemerintahan.

"Mereka banyak yang mengeluh soal itu. Dari mereka ini banyak yang mersa dipandang sebelah mata. Kita tidak suka. Percuma kita banyak ngomong, cuma habis waktu. Kita harus jujur pada diri sendiri. Jangan ada dusta di antara kita," ujar Abraham.(dtc/ara)

Editor:

Terkini

Terpopuler