Pendidikan Rendah akan Tertinggal Bersaing di MEA

Jumat, 22 Januari 2016 - 09:02 WIB
ilustrasi

PEKANBARU (HR) - Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean 2016, yang sudah didepan mata tentu tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, tantangan yang akan dihadapi ke depan akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Untuk menghadapi itu semua, perlu kesiapan baik tingkat pendidikan, skill serta penguasaan bahasa asing.

Demikian diungkapkan Direktur Ketahanan Lansia dan Rentan BKKBN RI, Aan Junhana Mulyana, saat membuka pertemuan peningkatan Advokasi dan KIE, melalui Program KKBPK, dengan mitra kerja BKKBN tingkat Provinsi di kantor BKKBN Riau, Kamis (21/1).

Dikatakannya, kedepan akan banyak gelombang perubahan peraturan negara menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Serta akan banyak era-era yang akan dihadapi kedepan seperti tahun 2016, negara di Asea sudah masuk zaman Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Tahun 2018 diberlakukan AFTA dan tahun 2020 merupakan zaman globalisai atau perdagangan bebas.
Untuk itu, masyarakat harus bisa mempersiapkan diri melalui pendidikan tinggi, menguasai bahasa asing, dan meningkatkan SDM dalam bidang keahlian kerja. Supaya tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja negara luar yang masuk ke Indonesia.

"Saya meminta kepada masyarakat agar terus menggelorakan semangat kerja untuk menyuarakan program Keluarga Berencana (KB). Supaya terbentuk keluarga berkualitas, berkarakter, sehat, berpendidikan dan sejahtera," ungkap Aan.

Sementara dikesempatan yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Riau Drs Indrawarman menjelaskan, saat ini BKKBN memiliki 29 mitra kerja Advokasi dan KIE aktif, seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum dan juga media.

Mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, sebagai perpanjangan tangan program pemerintah.(nie)

Editor:

Terkini

Terpopuler