Kemenkumham akan Batalkan SK Muktamar Surabaya

Selasa, 05 Januari 2016 - 09:54 WIB
Sekjen DPP PPP Dimyati Natakusumah mendatangi Gedung Kemenkumham, Jakarta, Senin (4/1). Kedatangannya menyerahkan data otentik muktamar Jakarta kepada Menkumham serta menanyakan keabsahan legalitas kepengurusan PPP muktamar Jakarta usai MA membatalkan kep

Jakarta (hr)-Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan muktamar Jakarta Dimyati Natakusumah mengatakan Kementerian Hukum dan HAM akan membatalkan Surat Keputusan Kepengurusan PPP muktamar Surabaya.

"Disampaikan oleh mereka paling lambat dilaksanakan (pembatalan SK Kepengurusan muktamar Surabaya) tanggal 15 (Januari)," kata Dimyati seusai bertemu perwakilan Kemenkumham di Jakarta, Senin (4/1).

Ia mengatakan perwakilan DPP PPP diterima oleh sejumlah pejabat Kemenkumham dan menghasilkan keputusan untuk membatalkan SK Kepengurusan PPP muktamar Surabaya.

"Putusan Mahkamah Agung sudah jelas mencabut SK kepengurusan yang ilegal, batal demi hukum. Dan pengesahan SK Kepengurusan PPP muktamar Jakarta tinggal menunggu kelengkapan," kata Dimyati.

Pihaknya akan melengkapi pembayaran Penerimaan Negara Bukan pajak (PNBP) untuk pengubahan kepengurusan dan AD-ART sebesar Rp10 juta dalam satu atau dua hari untuk mengesahkan SK kepengurusan.

Berdasarkan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, kata dia, pelaksanaan putusan MA harus dilakukan tiga bulan atau 90 hari setelah ditetapkan yang jatuh pada 15 Januari mendatang.

"Paling lambat 15 Januari, tapi lebih cepat lebih baik," kata dia.
Dimyati mengatakan pihaknya akan merangkul seluruh kader PPP di Indonesia, termasuk hasil muktamar Surabaya, untuk bergabung dengan kepengurusan hasil muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Djan Faridz sebagai ketua umum dan Dimyati Natakusumah sebagai sekretaris jenderal.

Menurutnya, komunikasi dengan seluruh kader PPP sudah dilakukan dan akan terus dilakukan untuk bergabung dalam kepengurusan yang baru.

"Sudah kami rangkul, di DPR kita rangkul, tidak ada recall, tidak ada pemecatan, mereka kader PPP. Yang warna hijau kita rangkul semuanya," kata Dimyati.(ant/dar)

Editor:

Terkini

Terpopuler