Liburan, Selatpanjang Sepi

Ahad, 27 Desember 2015 - 21:32 WIB
ilustrasi

Selatpanjang (HR)-Libur sekolah yang disertai Natal dan Tahun Baru, betul-betul dimanfaatkan warga Kepulauan Meranti untuk berpergian ke luar daerah. Sangking ramainya warga yang berlibur, sampai-sampai Kota Selatpanjang yang biasanya padat kini mulai terlihat sepi.

Pantauan di lapangan, sejak Jumat (18/12), jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang sudah mulai meningkat. Puncaknya terjadi pada Kamis (24/12). Agar arus penumpang tidak terganggu, maka petugas pelabuhan pun terpaksa memberlakukan sistem buka tutup di beberapa pintu pelabuhan. Pintu pertama di ruang tunggu terminal, pintu kedua di luar ruang tunggu, dan pintu ketiga dibuat di lorong jalan menuju ponton.

Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Tanjungharapan pada Selasa (22/12) yakni sebanyak 935 orang dan yang berangkat melalui Pelabuhan Tanjungharapan yakni sebanyak 1078 orang dengan jumlah kapal 21 armada. Kemudian pada Rabu (23/12/2015) jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Tanjungharapan sebanyak 1188 orang dan yang berangkat melalui Pelabuhan Tanjungharapan yakni sebanyak 1778 orang dengan jumlah kapal 25.

Sementara pada Kamis (24/12) dan Jumat (25/12) kemarin KSOP belum merangkum seluruh data penumpang, baik yang turun maupun yang berangkat melalui Pelabuhan Tanjungharapan. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan masyarakat terlihat mengantri untuk berangkat dari Pelabuhan Tanjungharapan, Selatpanjang.

Kepala KSOP Selatpanjang, Ali Imran SH, mengaku bahwa pihaknya sudah stanby menjamin keselamatan penumpang di lepabuhan khusus menyambut liburan sekolah, Natal dan tahun baru yang diperkirakan akan berlangsung pada 8 Januari 2016. Sedangkan jumlah personil yang disiagakan dari KSOP sebanyak 24 orang yang terdiri dari 18 personil di pelabuhan Tanjungharapan dan 6 personil yang stamby di kantor.

"Setiap hari jumlah penumpang yang keluar masuk dan yang melanjutkan keberangkatan akan kita laporkan ke pusat. Makanya, selain menempatkan sebanyak 18 personil di pelabuhan, kita juga menempatkan 6 personil di kantor," katanya seperti dikutup dari KapurNews.com.

Ali Imran menjamin tidak akan ada penumpang yang akan terlantar. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan 38 armadha kapal feri dan speed boad untuk keberangkatan penumpang dari Selatpanjang. "38 Kapal ini bisa mengangkut 6000 penumpang. Yang jelas jika kekurangan kapal, kita akan segera mengontak pengusaha kapal untuk segera mengangkut penumpang yang masih tertinggal," terangnya.

Dia juga mengakui bahwa saat ini telah terjadi peningkatan jumlah penumpang secara keseluruhan dari tahun lalu. Bahkan peningkatannya mencapai 10 persen. "Tahun ini meningkat sekitar 10 persen. Karena libur Natal dan tahun baru ini bersamaan dengan libur sekolah," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Tebingtinggi yang memimpin pengamanan di Pelabuhan Tanjungharapan. Dia mengakui kepadatan penumpang terjadi drastis. Agar keamanan di pelabuhan tetap terjamin diturunkan sebanyak 21 personil dari gabungan anggota Kepolisian dibantu TNI.

"Pengamanan kolaborasi antara Polsek Tebingtinggi dan Polres Kepulauan Meranti. Anggota Polisi sebanyak 18 personil dibantu 3 orang anggota TNI," sebutnya.
Salah satu penumpang yang sedang mengantri menunggu kapal, Hendri (40) mengaku akan berangkat ke Bengkalis untuk membawa istri dan dua anaknya liburan. Pria yang tinggal di Jalan Banglas, Selatpanjang itu mengaku tahun ini kondisi Pelabuhan Tanjungharapan sangat padat.

"Tahun ini luar biasa padat. Saya sudah mengantri selama 2 jam, tapi belum naik kapal dan masih mengantri. Kalau tahun lalu 15 menit saja menunggu sudah bisa naik kapal," sebut Hendri. (knc/pep)

Editor:

Terkini

Terpopuler