Hari Ibu dan Rumah Sakit Ibu Anak

Selasa, 22 Desember 2015 - 08:23 WIB
Ilustrasi
Tanggal 22 Desember ini segenap bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke merayakan Hari Ibu.Banyak kegiatan yang diadakan dari acara seremonial sampai kegiatan sungguhan yang mengangkat harkat dan martabat ibu. 
 
Ibu yang melahirkan kita, ibu yang membesarkan kita dan ibu yang menyusui kita. Bahkan dalam sebuah hadis pun pernah tergambar, salah sorang sahabat bertanya, siapa yang mesti aku hormati ya Rasulullah, beliau menjawab,"Ibumu, siapa lagi? Ibumu. Siapa lagi? Ibumu. Siapalagi? Ayahmu". Ada apa dengan Hari Ibu? Bagaimana sejarah Hari Ibu di Indonesia bahkan dunia? Kalau ibu sakit atau melahirkan mengapa diharapkan dibawa ke rumah sakit ibu dan anak? Adakah hubungannya antara Hari Ibu dengan rumah sakit ibuan ak ?
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorangi bu dalam keluarganya. Baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Tren hari ini katanya peringatan dan perayaan dilakukan dengan membebastugaskan” ibu dari kegiatan sehari-hari yang dianggap merupakankewajibannya, seperti memasak, mencuci, membersihkanrumah, merawatanak, dan urusan rumah tangga lainnya.
 
Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya pun jamak diadakan.
 
Sejarah Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, Kongres itu dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Indonesia. 
 
Hasil dari kongres tersebut salahsatunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.
 
Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, ,perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan anak, dan sebagainya. 
 
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan HariIbu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate. Maka Presiden pertama Indonesia Soekarno, menetapkan melalui Dekrit Presiden No 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu, dan dirayakan secaran nsional hingga saat ini.
 
Sementara di negara lain pun peringatan Hari Ibu disebut Mother’s Day. Di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronos,yakni ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.
 
Seperti telah disinggung diatas, salah satu cita-cita dan keinginan para wanita dalam kongresnya yang pertama adalah memperjuangkan perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan anak. Upaya ini memang dapat dilakukan di beberapa tempat, apakah di posyandu,di puskesmas, di klinik bersalin, di rumah sakit umum daerah dan pusat atau di rumahsakit ibu dan anak (RSIA).Semua tempat itu tentu mempunyai kelebihan dankekurangan. tetapi menurut hemat penulis kalau ada yang umum dan sederhana tentu lebih baik rumah sakit khusus. Ibu dan anak yang komplit. Pada umumnya rumah sakit khusus ibu dan anak diciptakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan reproduksi yang paripurna dengan layanan cepat, ramah dan terjangkau oleh masyarakat, RSIA juga dibuat untuk peningkatan kesehatan perseorangan melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak secara paripurna baik di tingkat sekunder maupun tersier. Berikut ini salah satu contoh layanan dalamsebuah RSIA, rawat inap ibu, rawat inap bayi dan anak, rawat jalan, poliklinik kesehatan ibu, konsultasi dan pemeriksaan kesehatan ibu, senam hamil dan nifas, poliklinik anak, konsultasidan pemeriksaan kesehatan anak, juga beberapa poliklinik tumbuh kembang anak, terapi bicara, hypno terapi, pijat bayi dan lain-lain.
 
Kita berharap jangan adalagi ibu melahirkan dengan dukunberanak. Kita bermimpi suatu saat nanti pemerintah akan membangun sebuah RSIA di setiap kecamatan, agar semua ibu hamil misalnya dilayani oleh parabidan dan dokter spesialis kandungan. Sehingga angka kematian ibu dan angka kematian bayi kita sama dengan seperti di Negara Singapura. Dan cita-cita luhur dari perempuan Indonesia yang kongres di tahun 1928 itu akan terwujud dalam realita. *** 
Dokter PNS di Kabupaten Siak

Editor:

Terkini

Terpopuler