Raja Arab Saudi Abdullah Tutup Usia

Sabtu, 24 Januari 2015 - 10:45 WIB
ILUSTRASI

RIYADH (HR)-Raja Arab Saudi, Abdullah, menutup usia Jumat (23/1) dini hari, pada usia 90 tahun. Raja Abdullah merupakan Raja Arab Saudi keenam. Ia dikenal modern dalam memimpin negara yang dikenal konservatif itu. Semasa memimpin, ia telah mendorong reformasi ekonomi dan sosial kerajaan.

Wafatnya salah satu pemimpin kharismatik di dunia itu, juga mengundang rasa duka yang mendalam bagi pemerintah Indonesia. Bila tidak ada aral melintang, hari ini (Sabtu, 24/1), Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan terbang ke Arau Saudi untuk menyampaikan ikut belasungkawa.

Lahir pada tahun 1924, Abdullah adalah anak dari Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud, penemu Kerajaan Arab Saudi modern yang ketiga. Ia mendapat pengaruh dari ayahnya dalam bidang agama, pemerintahan, politik administrasi dan kepemimpinan.

Raja Abdullah menempuh pendidikan di Sekolah Pangeran. Dia mendalami berbagai aspek pengetahuan, budaya dan peradaban. Dengan membaca banyak pengetahuan, ia memahami berbagai bidang budaya, politik dan ekonomi. Selain belajar di sekolah, Abdullah juga diajarkan nilai-nilai kehormatan, kesederhanaan, keberanian dan kemurahan hati untuk membantu sesama oleh lingkungannya.

Semasa memimpin Arab Saudi, Abdullah dikenal sebagai pemimpin yang reformis. Pada tahun 2005, proyek Raja Abdullah, Economic City diumumkan. Proyek itu bertujuan menciptakan Arab Saudi menjelma menjadi salah satu tujuan investasi di dunia.

Dalam keluarga Kerajaan Arab Saudi, ia merupakan tokoh yang penting karena selalu memegang posisi penting. Ia memegang pos-pos wakil menteri pertahanan dan komandan Saudi Arabian National Guard. Raja Abdullah dijadikan sebagai putra mahkota ketika Raja Fahd naik takhta. Pada tahun 1995, ketika Raja Fahd mengalami stroke berat, ia menjadi penguasa de facto. Sepeninggal Raja Fahd pada tahun 2005, Abdullah naik takhta menjadi Raja.

Banyak Prestasi
Selama masa kepemimpinannya, Abdullah menorehkan banyak prestasi untuk kerajaan dan negaranya. Misalnya, pada bidang pendidikan, ia membuat 16 universitas baru. Pada bidang ekonomi, ia menciptakan proyek Economic City. Raja Abdullah juga dikenal sebagai pemimpin eksportir minyak terbesar di dunia dan kelas berat di panggung regional.

Abdullah dikenal sebagai raja yang baik dan rajin membangun hubungan dengan negara lain, terutama dengan Amerika Serikat. Berkat Raja Abdullah, Saudi memiliki hubungan yang baik dengan AS. Abdullah merupakan warga Kerajaan Arab Saudi pertama yang melakukan kunjungan resmi ke AS pada tahun 1976 dan bertemu Presiden Gerald Ford.

Setelah itu, Abdullah melakukan beberapa kunjungan ke Amerika Serikat. Termasuk pada 25 April 2005 saat Putra Mahkota Abdullah diterima Presiden George W Bush di peternakan presiden di Crawford, Texas. Bahkan, pada tahun 2008, Raja Abdullah dua kali menjadi tuan rumah Presiden Bush di peternakan kerajaan di Jenadriyah. Presiden Bush juga mengunjungi Arab Saudi untuk menandai peringatan 70 tahun hubungan Saudi-AS.

Raja Abdullah memiliki 35 anak dari 13 istri. Salah satu anaknya, Putri Adila, adalah advokat terbuka untuk hak perempuan. Ia mendukung hak-hak perempuan dan menentang kekerasan dalam rumah tangga, serta memimpin beberapa organisasi amal.

Digantikan Adiknya, Pangeran Salman
Pascawafatnya Raja Abdullah, posisinya digantikan sang adik, Pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud. Salman lahir pada tahun 1935. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Pangeran di Riyadh serta beberapa pelatihan keagamaan tradisional. Dia adalah bagian dari tim sudairi tujuh anak dari Raja Abdul Aziz dan istrinya, Husa al Sudairi.

Kariernya dimulai pada tahun 1954 sebagai Gubernur Riyadh pada usia 19 tahun. Ia menjadi Gubernur Riyadh sampai tahun 1960 karena perebutan antara Raja Saud dan Raja Faisal. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Pada tahun 1962, ia kembali menjadi Gubernur Riyadh hingga 2011. Setelah ditunjuk sebagai menteri pertahanan, kemudian ia diangkat menjadi putra mahkota pada tahun 2012.

Pangeran Salman dikenal konservatif dan memegang pandangan tradisional berkaitan dengan reformasi politik dan perubahan sosial. Banyak rumor yang menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya kurang baik dan mempengaruhi kemampuannya bekerja di kantor.


Wapres Terbang Hari Ini
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah. Wakil Preseiden Jusuf Kalla akan terbang ke Arab hari ini mewakili pemerintah Indonesia menyempaikan belangsukawa. Wapres JK berangkat melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan akan menggunakan pesawat kepresidenan BBJ 2.

Selain mengucapkan rasa belasungkawa Wapres Jusuf Kalla juga akan menghadiri pelantikan Pangeran Salman menjadi Raja Arab Saudi yang baru. Keberangkatan Wapres Jusuf Kalla mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Senin (26/1) dan akan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. (okz, tpi, ivi)

Editor:

Terkini

Terpopuler