Ketua LAMR: Pilihan Boleh Berbeda tapi Jangan Terpecah

Rabu, 29 Juli 2015 - 20:34 WIB
Ilustrasi

PASIR PENGARAIAN (HR)- Meski Pemilihan Kepala Daerah akan berlangsung pada Desember 2015 namun tahapan Pilkada sudah ditabuh. Tidak bisa dipungkiri bahwa Pilkada serentak ini merupakan Pilkada yang melelahkan bagi pasangan calon. Soalnya jarak tahapan dengan Pilkada memakan waktu lebih kurang lima bulan.
Seperti biasanya, perbedaan pendapat dalam memilih pasangan calon saat pilkada sudah menjadi bumbu dalam setiap pegelaran pesta demokrasi. Namun bagaimana jadinya jika perbedaan pendapat akan berujung pada perpecahan, ditengah masyarakat hingga menghambat jalannya pesta lima tahun sekali ini? Tentu yang diharapkan adalah pendewasaan diri dengan saling menciptakan suasana kondusif ditengah masyarakat.
Guna meminimalisir terjadinya perpecahan ditengah masyarakat Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu, Tengku Rafli Armien, mengajak anak kemanakan yang ada dilima luhak agar saling hormat menghormati, harga menghargai serta menjunjung nilai-nilai adat dan nilai-nilai adab dan tidak terpecah belah.
Pada Pilkada mendatang, akan di ikuti tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rohul, Suparman-Sukiman, Hafith Syukri-Nasrul Hadi, dan Sarifuddin Poti-Erizal. Ketiga pasangan calon yang sudah menyerahkan persyaratan untuk maju pada Pilkada 2015 di KPUD Rohul, ini merupakan putra Rohul, yang berasal dari berbagai daerah dan berbagai warna politik.
“Beda pilihan itu boleh, tapi jangan terpecah belah. Mari kita jadikan Pilkada Rohul sebagai Pilkada yang beradat dan beradab dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan nilai-adab dengan saling menghormati satu sama lain. Sehingga pegelaran Pilkada berlangsung damai sesuai yang diharapkan,”ajak Tengku Rafli Armien, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu, kepada Haluan Riau Rabu (29/7). (gus)

Editor:

Terkini

Terpopuler