Nelayan Diimbau Tetap Waspada

Senin, 12 Januari 2015 - 21:20 WIB
ilustrasi

 

SELATPANJANG (HR)-Pergantian musim dari pancaroba menuju musim kemarau, tetap mempengaruhi arah angin yang berhubungan dengan tingginya gelombang laut. Menyikapi kondisi itu pelaut dan nelayan diimbau tetap waspada.

"Setiap perubahan musim senantiasa berimplikasi pada ancaman keselamatan, terutama pagi para pelaut dan nelayan.Untuk itu kita harapkan kepada para pelaut maupun nelayan di Kepulauan Meranti, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaannya selama dalam pelayaran atau kegiatan menangkap ikan," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra Arsyad kepada Haluan Riau di Selatpanjang, Senin (12/1).
Pandra menyebutkan, sesuai Info cuaca Provinsi Riau yang diterimnya mengatakan, tanggal 12 Januari 2015 yang diupdate pukul 07.00 WIB berlaku hingga tanggal 13 Januari 2015 Pukul 07.00 WIB
Angin secara umum berhembus dari arah Barat menuju Barat Laut dengan kecepatan 05-20 knots atau 9 hingga 36 km/jam.Kemudian temperatur terjadi maximal 31.0 - 34.0 C, temperatur minimal 22.0 - 24.0 C, serta kelembapan udara maximal 95 - 98 %, kelembaban minimal 50 - 60 %
Cuaca di Provinsi Riau lanjut Pandra, umumnya cerah hingga  berawan, dan peluang hujan ringan terjadi pada sore hari atau malam hari. Dan hal itu terjadi di wilayah Riau bagian utara, tengah, barat dan timur
Sementara prakiraan tinggi gelombang laut berlaku dari tgl 12 Jan pukul 07.00 wib hingga 13 Jan 2015  19.00 WIB.
Perairan di Rokan Hilir 0.5 m hingga 1.0 m. Perairan Dumai ketinggian ombak atau gelombang 0.5 m-1.0 m.  di Bengkalis diperkirakan terjadi ketinggian ombak 0.5 m hingga  1.0 m, dan di perairan Indragiri Hilir 2.0 m hingga  3.0 m.
"Sementara untuk perairan di Kabupaten Kepulauan Meranti ketinggian ombak mulai 2.0 m hingga-3.0 m. Serta untuk perairan Timur Kepulauan Riau tinggi gelombang bisa terjadi mulai 3.0 m hingga 4.0 m,”urai Pandra.
Khusus bagi para pelaut atau nelayan di Kepulauan Meranti sebut Kapolres, sangat diharapkan tetap waspada terhadap terjadinya gelombang laut tinggi yang kadang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Jika masih bisa diurungkan, untuk sementara menunggu kondisi normal, lebih baik menunda dahulu pelayaran yang akan melintasi laut bebas atau perairan Selat Malaka.
Sebab lanjut Pandra, hingga saat ini masih ada 2 pelaut asal Meranti yang belum diketahui nasibnya akibat kapal mereka diduga tenggelam di perairan Selat Malaka, akibat tingginya gelombang laut pada pergantian musim tersebut.
Sejauh ini dari 3 pelaut yang dikabarkan hilang tersebut, baru satu korban bernama Iskandar (22) ditemukan akhir pekan kemarin. Jasad korban tersangkut di jaring ikan nelayan asal Meranti, dengan kondisi tubuh yang tidak bisa dikenali lagi. Untungnya di dekat korban ditemukan identitas korban terbungkus plastik. Sehingga dapat dipastikan nama korban tersebut.
Sementara 2 korban lainnya yakni Izhar alias Jang Topang (44), dan Deni (24), masih belum diketahui nasibnya.
Kapolres menambahkan, kepada masyarakat terutama para nelayan diharapkan tetap membantu pencarian 2 orang pelaut yang masih belum ditemukan tersebut.***

Editor:

Terkini

Terpopuler