Pompong yang Membawa Rezeki

Ahad, 26 April 2015 - 10:56 WIB
Mahyudin dengan usaha speedboat-nya mampu memotivasi dirinya menjadi lebih baik dan pada akhirnya menjadi mitra bina RAPP untuk penyediaan transportasi air atau yang akrab disebut pompong. (haluan riau/rls)

Mengalami masa sulit dalam berusaha tidak membuat semangat Mahyudin menjadi lemah dan putus asa. Usaha kayu yang digelutinya bertahun-tahun terpaksa harus ditutup karena termasuk praktek pembalakan liar atau illegal logging.

Berkat tekad dan kemauan yang kuat untuk memiliki usaha yang lebih baik, kini Mahyudin sukses menjalankan usahanya dengan menjadi mitra bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui program Usaha Kecil dan Menengah (Small Medium Enterprises), Community Development (CD).  

Mahyudin merupakan anggota PT Mitra Pelalawan Setia yang merupakan mitra RAPP untuk penyediaan transportasi air atau yang akrab disebut pompong.

"Saya sudah merasakan jatuh bangun berkali-kali di dunia usaha. Mulai dulu saya pernah memiliki usaha kayu, kemudian ditutup dan sekarang usaha pompong bersama teman-teman dan menjadi mitra RAPP," ujar Mahyudin, baru-baru ini.
Pada tahun 2005, Mahyudin pun memulai kerjasamanya dengan RAPP sebagai kontraktor dalam pengadaan colt diesel untuk pengairan di Nursery RAPP(area pembibitan).

Usahanya pun tidak berhenti sampai di sana  saja.  Mahyudin juga mencari peluang di bidang lainnya, seperti usaha loading/unloading di gudang RAPP. Hingga akhirnya pada awal tahun 2006, Mahyudin mendapat kontrak dari RAPP untuk penyediaan alat transportasi air atau pompong sebagai  alat angkut pupuk dan bibit.

"Awal penyediaan pompong ini sebenarnya saya tidak memiliki satu pun unitnya. Saya hanya sebagai perantara," kata Mahyudin.

Kini setelah bergabung dengan PT Mitra Pelalawan Setia, Mahyudin dan rekan-rekannya sudah memiliki 22 unit pompong 17 speedboat.

Mahyudin pun sering mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Community Development (CD) RAPP untuk menambah keterampilannya.

"RAPP banyak memberikan perubahan dalam kehidupan saya. Kalau dalam bentuk materi, sebanyak apapun tidak akan bertahan lama, tetapi apabila ilmu yang diberikan akan berguna selamanya. Semenjak bekerjasama dengan RAPP, hidup saya juga lebih tenang, tidak ada tekanan dan saya sudah memiliki pendapatan yang tetap," ujarnya.

Mahyudin pun berharap keberadaan RAPP bisa terus mampu menciptakan lapangan kerja dan mampu memotivasi masyarakat yang berada disekitar wilayah operasional RAPP untuk terus memajukan dan meningkatkan perekonomian mereka.

"Saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh PT. RAPP. Hasil yang saya rasakan sangat luar biasa. Mindset saya terbentuk dan menyadarkan saya bahwa dalam bekerja kita selalu berada dalam tim. Kita tahu bahwa keahlian orang-orang disini adalah di bidang transport air. Suatu saat dengan adanya kerjasama dengan PT RAPP, seluruh pengangguran di sekitar sini dapat terserap," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas CD Manager RAPP, Sundari Berlian menyampaikan program Community Development adalah program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap lingkungan social untuk mewujudkan cita-cita perusahaan.

"Perusahaan memiliki cita-cita, yakni tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Perusahaan berupaya agar dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dalam program yang dijalankan, sehingga perusahaan dapat memberi dampak yang besar kepada masyarakat," ujarnya saat dihubungi Jumat (24/4) .

Sundari pun berharap, kesuksesan Mahyudin bisa ditularkan kepada teman-temannya yang lain sebagai mitra bina RAPP dan memotivasi mereka dalam bekerja. "Semoga apa yang diraih oleh Mahyudin bisa menjadi teladan bagi teman-temannya dalam bekerja," tu-tupnya.(rls/yuk)

Editor:

Terkini

Terpopuler