Investasi Bodong 212 Mart, PA 212: Kita Tak Terlibat

Investasi Bodong 212 Mart, PA 212: Kita Tak Terlibat

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Ada dugaan investasi bodong oleh Komunitas Koperasi Syariah 212 Mart di Samarinda. Nilainya mencapai Rp2,25 miliar. Merespon hal itu, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menegaskan bahwa PA 212 tak memiliki kaitan dengan Koperasi Syariah 212 Mart yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini.

"Koperasi Syariah 212 itu berbeda dengan PA 212. Tidak ada kaitannya sama sekali. Jadi secara organisasi dan kegiatan tak ada kaitan dengan PA 212," kata Slamet dikutip dari CNN, Kamis (6/5).

Slamet menjelaskan, Koperasi Syariah 212 Mart sudah lebih dulu berdiri ketimbang PA 212. Kala itu, Koperasi Syariah 212 diketuai oleh Syafii Antonio.


Slamet juga menyatakan bahwa pihak Koperasi Syariah 212 pusat sudah membantah adanya kaitan dengan dugaan investasi bodong di Samarinda tersebut.

"Nah intinya tak ada kaitan dengan Koperasi Syariah 212 pusat," kata dia.

"Info dari Koperasi Syariah 212 Mart tidak ada info dan koordinasi dengan pusat malah. Itu urusan Samarinda," tambahnya.

212 Mart diketahui berawal dari aksi pada Desember 2016. Aksi 212 dipicu oleh ucapan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal penggalan surat Al Maidah.

Para perintisnya kemudian resmi mendirikan Koperasi Syariah sebulan setelahnya, yakni pada Januari 2017.

Di sisi lain, Slamet tak membantah bahwa kebanyakan anggota Koperasi Syariah 212 Mart merupakan alumni 212.

Namun, ia mengaku belum mendapatkan laporan dari para korban investasi bodong 212 Mart di Samarinda. Ia mendukung agar aparat kepolisian segera menindak tegas pelaku investasi bodong agar diproses hukum.

"Kalau itu secara hukum ada unsur pidana dan kriminal seret aja. Kita dukung polisi menindak tersebut," kata Slamet.

Polisi saat ini mulai menyelidiki laporan dugaan investasi bodong Koperasi Syariah 212 Mart di Samarinda. Anggota Koperasi Syariah 212 Mart disebut diiming-imingi bisnis untuk kemajuan umat.


Tags Penipuan