Gawat! Riau Pecahkan Rekor Kematian Harian, Ruang ICU Ventilator RS Penuh

Gawat! Riau Pecahkan Rekor Kematian Harian, Ruang ICU Ventilator RS Penuh

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau yang masih tinggi, menyebabkan ruang ICU dengan ventilator di RSUD Arifin Achmad dan RS swasta rujukan, penuh dengan pasien dengan gejala berat. Saat ini, yang tersisa hanya ICU non-ventilator.

Juru Bicara Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengatakan, penuhnya ruang ICU di Rumah Sakit ini menjadi kekhawatiran bagi tim medis dalam menyelamatkan nyawa pasein Covid-19 yang setiap harinya terus bertambah.

“Ruang ICU kita sekarang penuh, yang tersisa hanya ICU non ventilator. Karena kenaikan pasien yang setiap harinya di atas 350 sampai 400 orang, dengan pasien yang bergejala berat juga banyak. Sekarang sesuai dengan Permenkes, pasien yang sedang dan berat dirawat (di rumah sakit). Hampir semua pasien ringan menuju berat, dan berat menuju kritis,” ujar dr Indra Yopi, Sabtu (1/5/2021).


Dokter ahli paru ini mengingatkan kepada masyarakat Riau untuk patuh dan selelau menerapkan protokol kesehatan. Apalagi dalam sebulan ini terjadi peningkatan kasus pasien yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, bahkan mencapai puncak tertinggi.

“Angka pasien yang meninggal dunia tinggi setiap harinya. Hari ini saja mencapai 15 orang, kita prihatin. Ini angka tertinggi jumlah kematian harian," ujar dia.

Menurut Indra Yopi, ini bukan hal main-main lagi, bisa saja nanti seperti India. "Tidak ada jalan lain selain mematuhi peraturan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi kerumunan,” tegas Indra Yopi.

Dijelaskannya, selain dari penuhnya ruang ICU, ruang tempat tidur bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Untuk pertama kalinya tempat tidur mencapai 60 persen, dan jika tidak ada antisipasi dari masyarakat, maka ketersediaan tempat tidur dipastikan akan penuh.

“Kasus Covid-19 kita terakhir tahun 2020 paling banyak lebih kurang 7.000 kasus. Kemarin total kasus Covid-19 kita sampai April 9.000 orang. Satu bulan totalnya 9.000 orang. Maka jika dirata-ratakan 300-400 kasus per hari, dari angka itu 20 persen dirawat atau 100 orang di rumah sakit. Persoalannya kan belum tentu pasien yang masuk hari ini keluar besok,” ungkapnya

“Sedangkan pengalaman kita tahun 2020 sampai Oktober itu, 70 persen pasien yang positif dirawat di rumah sakit, tapi itu semua pasien ringan dan sampai berat dirawat. Kalau sekarang tidak, yang dirawat itu yang sedang sampai berat, yang sesak nafas. Makanya kondisi ini agak mengkhawatirkan jika tidak ada langkah dan upaya ekstrem yang dilakukan oleh pemangku kebijakan,” tambahnya.


Tags Corona