Kapolda Riau: Narkoba Tidak Bisa Dibersihkan dengan Tangan 'Kotor'

Kapolda Riau: Narkoba Tidak Bisa Dibersihkan dengan Tangan 'Kotor'

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy menyatakan institusi yang dipimpinnya tidak main-main dalam memberantas narkoba di Provinsi Riau. Dia berpendapat, pemberantasan narkoba sulit dilakukan jika ada oknum polisi ikut menggunakan dan terlibat bisnis narkoba.

Hal itu Agung sampaikan saat jadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019 bersama forkompimda dan mahasiswa se-Provinsi Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Jumat (18/10/2019).

"Keberhasilan kita dalam menangani narkoba adalah jika petugas tidak ikut menggunakan narkoba. Kedua, petugasnya tidak ikut campur dengan jaringan narkoba, apalagi pengedar," kata Irjen Pol Agung Setya Effendi.


Oleh karena itu, dia meminta semua jajaran kepolisian di mana pun berada untuk berkomitmen memberantas peredaran narkoba yang sudah sangat memprihatinkan di Riau. 

"Karena narkoba tidak bisa dibersihkan dengan tangan yang kotor. Sebagai informasi kemarin kita melakukan pengungkapan terhadap narkoba di sejumlah daerah, seperti di Bengkalis disita barang bukti 28 Kg sabu dan 15.000 butir ekstasi. Barang-barang itu kita segera musnahkan" ujarnya.

"Kita juga hari ini menembak mati dua bandar narkoba yang membawa 5 Kg sabu di Kota Dumai," sambungnya.

Dia menyebut jaringan narkoba yang memasok barang terlarang tersebut ke Riau banyak berasal dari Malaysia yang diproduksi di Myanmar.

Sebagai informasi,  Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau pada Kamis (17/10) kemarin melakukan pemusnahan barang bukti narkoba hasil sitaan polisi di halaman Mapolda Riau.

Polda Riau selama tiga hari berturut-turut berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan jumlah sitaan 89,72 kilogram sabu, 24.469 butir ekstasi dan 967 butir pil happy five (H-5).

Dari kasus tersebut aparat berhasil meringkus delapan orang pria yang diduga sebagai sindikat pengedar narkoba. Mereka ditangkap di tempat terpisah, antara lain Kota Pekanbaru hingga Kabupaten Bengkalis.

 

Reporter: Rico Mardianto



Tags Narkoba