Lima Santri Tersambar Petir Saat Berteduh, Dua Meninggal Dunia

Lima Santri Tersambar Petir Saat Berteduh, Dua Meninggal Dunia

RIAUMANDIRI.CO, MEDAN -- Lima orang santri putri Pondok Pesantren Darul Ilmi, Desa Batu Gajah, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, tersambar petir. Dua diantaranya meninggal dunia, tiga orang lainnya mengalami luka bakar, saat berteduh di bawah pohon bambu.

Dua santri yang meninggal dunia yakni Reskya Lubis (14) warga Desa Panarian Kecamatan Barumun Selatan dan Ika Pratiwi (14) warga Desa Sayurmahincat Kecamatan Barumun selatan Kabupaten Palas.

Sementara korban yang mengalami luka bakar yakni Maidah Hasibuan (14), Diah Permata Hati (14) dan Hotmadina (14). Ketiganya merupakan warga Desa Hapung Kecamatan Sosa Kabupaten Palas.


"Korban meninggal dunia telah disemayamkan. Sedangkan untuk korban Diah Pernata Hati dan Maidah Hasibuan masih menjalani perawatan di RSUD Sibuhuan karena mengalami luka bakar pada kaki dan tangan. Dan korban Hotmadina rawat jalan," tutur Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Ahad (25/8).

Nainggolan menjelaskan peristiwa terjadi pada pukul 14.30 Wib Sabtu lalu (23/8). Saat itu 30 santri putri Ponpes Darul 'Ilmi Desa Batu Gajah, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas pergi mengambil bambu didampingi seorang guru. Dalam perjalanan, hujan turun. Mereka lalu berteduh.

"Mereka berjalan ke daerah Saba Lombang Desa Batu Gajah. Lalu sekira pukul 15.40 WIB turun hujan gerimis disertai angin kencang dan petir, kemudian sebagian para siswi mencari tempat teduh ke gubuk dan di bawah pohon kelapa sawit," ucap Nainggolan.

Akan tetapi, ada lima orang santri tetap berada di sekitar pepohonan bambu. Mereka tidak berteduh di gubuk dan di bawah pohon kelapa sawit seperti lainnya.

Tiba-tiba petir menyambar mereka. Kelima santri yang masih duduk di kelas 8 itu langsung terpental dan mengalami luka bakar.

"Selanjutnya kelima korban dibawa ke RSUD Sibuhuan, dan saat di rumah sakit, dua orang korban meninggal dunia. Untuk korban meninggal selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan di desa masing-masing," bebernya.

Kejadian korban tewas akibat disambar petir juga terjadi pada Senin (20/8). Seorang penggembala bernama Sintor Habeahan (23) di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut ditemukan tewas bersama 19 ekor kerbau akibat disambar petir.**