Tim Pengawas Haji DPD RI Nilai Pelaksanaan Haji Tahun Ini Jauh Lebih Baik

Tim Pengawas Haji DPD RI Nilai Pelaksanaan Haji Tahun Ini Jauh Lebih Baik

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA – Anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H. Leonardy Harmaini  menilai pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Leonardy bersama delegasi Tim Pemantau Haji DPD RI menyimpulkan hak itu setelah berkunjung ke Hotel Ru'ya Al Mina 1,320 Sektor 3 Syisyah RDH, Embarkasi Padang dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Delegasi yang berkunjung ke Hotel Ru'ya Al Mina itu adalah: H. Leonardy Harmainy (Sumbar), H. Abdul Azis Karfia (DKI), H. Abdul Jabar Toba (Sulteng), H. Herry Erfian (Babel), H. Chaidir Jafar (Papua Barat).


Dari hasil pemantauannya itu, dia melihat pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) benar-benar menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam memberikan pelayanan terhadap Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia. Hal ini terlihat dari dukungan transportasi, pemondokan, katering dan layanan kesehatan yang begitu baik.

"Kalau kita lihat dari sisi pelaksanaan ibadah haji tahun ini, pemondokan, katering, transportasi yang kami rasakan saat ini jauh lebih baik," ujar Anggota DPD RI asal Sumbar H. Leonardy Harmaini, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Leonardy, pelayanan kesehatan terhadap jamaah pun lebih baik. Setidaknya hal itu terlihat dari kunjungan Tim Pamantau Haji DPD RI ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah.

“Dari namanya saja PPIH Shar'i. Shar'i di sini bisa diartikan sigap, handal, amanah, responsif dan inisiatif,  dan ini diimplementasikan dengan baik,” jelas senator dari Sumatera Barat itu .

Dalam pemantauan di PPIH Shar'i tersebut, Leonardy mendapatkan fakta  bahwa tidak ada jemaah haji dari embarkasi Padang yang dirawat. Ini membuktikan kebijakan Dinas Kesehatan Sumbar yang intens mempersiapkan kesehatan jemaah asal Sumbar tiga bulan sebelum keberangkatan, menuai hasil bagus.

"Harus terus kita dukung kebijakan yang bagus ini," ujarnya dalam kesempatan kunjungan yang turut dihadiri Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri. 

Leonardy menilai langkah Dinas Kesehatan yang menekankan sisi kesehatan dan kesiapan fisik jemaah minimal tiga bulan sebelum keberangkatan sebagai bagian istitha'ah harus didukung. Kesehatan dan kesiapan fisik bisa lebih baik jika penetapan kuota, khususnya kuota tambahan bisa lebih cepat lagi.

Bahkan dia bakal mendorong peningkatan perlengkapan kesehatan di poliklinik embarkasi di seluruh Indonesia agar jemaah yang tiba-tiba mengalami masalah kesehatan segera tertangani dengan baik sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit seperti yang selama ini terjadi.

Leonardy juga menilai perlunya penetapan kuota tambahan lebih dipercepat sehingga pemeriksaan kesehatan (screening) bisa dilakukan lebih awal. Manasik dan bimbingan haji pun lebih awal pula untuk menjamin pelaksanaan ibadah yang lebih baik.

Patut menjadi perhatian, kata Leonardy, sekaitan waktu Manasik di Embarkasi waktunya pendek. Diminta kepada PPIH selama di Madinah dan Makkah hendaknya senantiasa berupaya memberikan bimbingan Manasik. Ini dimaksudkan agar CJH dapat melaksanakan ibadah haji secara sempurna, untuk mencapai haji mabrur.

"Kita harapkan kepada pembimbing ibadah haji agar terus memberikan bimbingan manasik agar jemaah haji kita dapat melaksanakan rukun haji dengan sempurna," harap mantan Ketua DPRD Sumbar itu.

Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Embarkasi Padang juga terlihat menunjukkan dedikasi yang bagus.  Adapun jumlah Jemaah Haji embarkasi Padang yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini sebanyak 7 orang. 

 Anggota DPD RI dalam melakukan pemantauan pelaksanaan ibadah haji itu sesuai dengan tugas konstitusional di bidang pengawasan, terutama  pengawasan terhadap UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU). 

Reporter: Syafril Amir