Tips & Kesehatan

Awas, Ini Bahaya Vape bagi Kesehatan

RIAUMANDIRI.CO - Banyak orang beralih menghisap vape atau rokok elektrik, karena dianggap lebih aman dan tidak mengganggu orang di sekitarnya. Padahal, uap vape yang dianggap lebih aman sebenarnya juga berbahaya.

Akademi Sains Nasional dan Kesehatan Masyarakat Inggris menyebutkan bahwa perokok harus beralih sepenuhnya dari rokok tembakau jika ingin sehat. Tapi salah satu solusi penggantinya adalah menggunakan rokok elektrik, yang efeknya bisa memicu serangan jantung hingga kanker.

Vape pun menjadi perdebatan banyak ahli di dunia, karena isi kandungannya yang belum jelas. Peneliti akhirnya mendorong orang untuk mengenali bahwa rokok elektrik bisa mendatangkan masalah kesehatan untuk para penghisapnya.

Masalah utamanya adalah tingginya konsentrasi nikotin dalam cairan vape. Profesor Kesehatan dan Teknik Lingkungan di Universitas Johns Hopkins Kids Rule mengatakan, para pembuat perangkat ini gagal untuk mengatasi peningkatan risiko ketagihan, jika orang berhenti merokok. Dia pun tidak yakin bahwa vape dapat menurunkan kecanduan nikotin pada seseorang.

Memang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One bulan ini tidak menemukan bukti bahwa vape membantu perokok dewasa berhenti merokok. 

"Setelah hanya beberapa bulan menggunakan nikotin, remaja jadi lebih intens menggunakan vape, sampai mereka juga kehilangan harapan untuk bisa berhenti," kata Pediatrik Klinis di Rumah Sakit Anak Boston Nicholas Chadi, Kamis (6/12/2018).

Banyak yang menentang dengan adanya kemunculan vape. Beberapa Kementerian Kesehatan di dunia, seperti Israel pun melarang penggunaan vape bagi siapa saja.

Padahal, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh para peneliti UCSF menyebut menghirup uap vape, termasuk menghirup logam beracun seperti timah, berpotensi menggandakan risiko seseorang terkena serangan jantung.

Selain menghirup tembakau dan tar yang dibakar, vaper juga menghirup logam beracun. Seperti kadmium dan berilium, serta unsur-unsur logam seperti nikel dan kromium, yang semuanya berakumulasi secara alami di daun-daun tanaman tembakau.


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar